Tangerang – Media Suarainvestigasi.com – Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan materi mata pelajaran yang telah dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler (kurikulum utama di kelas). Kegiatan ini bersifat wajib, terstruktur, dan bertujuan meningkatkan kompetensi serta karakter siswa melalui penerapan pengetahuan di dunia nyata.
Sebagai contoh kegiatan kokurikuler seperti kunjungan ke museum bersejarah, study tour, bakti sosial, proyek sains, pembuatan keterampilan dari materi pelajaran, pameran hasil karya, atau diskusi kelompok.
Namun, kebanyakan sekolah mengimplementasikan kokurikuler dengan menyelenggarakan study tour. Salah satunya yakni SMP Negeri II Pagedangan, Kabupaten Tangerang yang baru-baru ini dikabarkan melakukan kunjungan wisata dengan tujuan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Sedangkan, Rombongan Belajar (Rombel) yang lainnya sebagian melakukan study tour dalam rangka kokurikuler ke destinasi wisata yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat. Selasa, 03/02/2026.
Kendati study tour ini tidak diwajibkan, realitanya masih banyak orang tua wali murid yang hidup dibawah garis kemiskinan, sehingga dengan berat hati mereka terpaksa menyetujui kesepakatan bersama yang dibuat oleh sekolah demi melihat anak-anaknya bahagia, walau terkadang masalah finansial menjadi akar kendalanya.
Biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 650 Ribu mungkin tidak berarti bagi orang tua yang ekonominya mapan. Namun bagi orang yang kehidupannya pas-passan, nominal yang nilainya tidak seberapa ini sungguh sangat berharga untuk menyambung hidup.
Mengapa tidak ada orang tua wali murid yang protes atau memutuskan untuk tidak mengikuti program study tour yang diselenggarakan sekolah ini. Karena jawabannya adalah tidak semua orang tua berani untuk speak up (bicara) atau mengungkapkan kesulitan ekonomi mereka.
Jika niatnya untuk belajar, harusnya tidak perlu pergi jauh-jauh ke luar daerah. Karena masih banyak sekali tempat wisata di Banten yang masih bisa di eksplore, khususnya wisata yang ada di Tangerang yang dapat dijadikan alternatif pendidikan. Selain menghemat biaya, siswa juga dapat menambah wawasannya dengan lebih mengenal sejarah Banten.
Berdasarkan pengakuan wali murid saat menjemput anaknya yang baru saja pulang dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengikuti program kokurikuler yang diselenggarakan SMPN II Pagedangan, dia membenarkan adanya iuran untuk perjalanan study tour.
“Pulang study tour dari taman mini, bayar atuh, mana ada yang gratis, bayarnya kalau nggak salah Rp. 650 Ribu,” ujar Wali Murid yang tidak menyebutkan namanya saat menjemput buah hatinya.
Sementara, Agus Santosa yakni Kepala Sekolah SMPN II Pagedangan sangat sulit sekali untuk dikonfirmasi, terkesan seperti alergi terhadap publikasi. Karena sudah beberapa kali Wartawan mendatangi sekolahnya namun Kepsek ini selalu tidak ada ditempat.
Tak sampai disitu, Wartawan mencoba menghubunginya melalui jaringan WhatsApp, namun upaya yang dilakukan Wartawan ini hasilnya tetap nihil yaitu tanpa ada balasan sepatah katapun.
Padahal publik hanya ingin mendengar penjelasan darinya langsung mengenai transparansi rincian biaya study tour sebesar Rp. 650 Ribu ini yang dibebankan kepada wali murid.
“Kalau tidak mau dikritik jangan jadi pejabat publik”
Sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari Kepala Sekolah SMPN II Pagedangan.
(Chy)






