• Tangerang Raya
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI-Polri
  • Lintas Peristiwa
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Hukum
  • Alamat Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Video
Suara Investigasi
Advertisement
  • Tangerang Raya
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI-Polri
  • Lintas Peristiwa
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Hukum
  • Alamat Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Video
No Result
View All Result
  • Tangerang Raya
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI-Polri
  • Lintas Peristiwa
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Hukum
  • Alamat Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Video
No Result
View All Result
Suara Investigasi
No Result
View All Result
Home Opini

Di saat Dan Sesudah Pandemi Covid-19, Pers Tetap Hidup Dan Bertahan

suarainv by suarainv
Mei 15, 2020
in Opini
0 0
0

Suarainvestigasi.com – “DUNIA takkan pernah lagi sama setelah berakhirnya pandemi virus corona, bahkan bertahun-tahun ke depan,” kata wartawan Amerika Serikat spesialis kesehatan masyarakat yang memenangi Pulitzer Prize 1966, Laurie Garrett. Seperti dikutip CNN, Garrett menegaskan, mustahil membayangkan seperti apa nantinya masa depan itu. “Kita akan melihat empat, lima tahun dari sekarang, dan tidak ada satu aspek pun dari kehidupan kita yang tidak berubah,” tulisnya.

Sendi-sendi kehidupan, dalam praktik protokol berkegiatan saat ini, semuanya terdampak. Kita telah beradaptasi secara ekstrem dengan cara hidup baru. Bahkan setelah pandemi berlalu, sampai ditemukan vaksin yang dapat menetralisasi persebaran Covid-19, tatanan perilaku bakal berlanjut dengan cara hidup kita sekarang.

Lalu bagaimana nilai-nilai baru itu memengaruhi kehidupan wartawan dan media?

Mari kita simak hasil survei persepsi diri wartawan saat pandemi yang dilakukan oleh Center for Economic Development Study (CEDS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Bandung. Dipaparkan, sebanyak 45,92 persen wartawan mengalami gejala depresi, sedangkan 57,14 persen mengalami kejenuhan umum.

Gejala depresi itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tenaga kesehatan (28 persen). Yang tetap keluar rumah untuk meliput berita lebih banyak mengalami gejala depresi dan memiliki peluang 1,65 kali ketimbang yang tinggal di rumah.

Gejalanya antara lain ketakutan, mudah terganggu dengan hal yang biasa, tidur gelisah, sulit memusatkan pikiran, merasa sendirian, dan berat untuk memulai sesuatu.

Adaptasi Praktik dan Bisnis Media

Adaptasi praktik jurnalistik dan bisnis media sudah dirasakan sangat menekan dalam setidak-tidaknya tiga bulan terakhir ini. Masih sulit membayangkan bagaimana bentuk “normal baru” yang harus ditempuh oleh pers nantinya.

Tak dapat dipungkiri, wartawan menjadi bagian dari elemen masyarakat yang terdampak oleh pandemi. Para pengelola media cetak sudah menjerit dengan menyiasati cash flow, alih-alih berinovasi tentang modifikasi persaingan aktualitas isi dengan media digital.
Media online sebagai “makhluk masa sekarang” juga mengalami kegamangan menegakkan performa bisnis. Semua platform media tergopoh-gopoh menyesuaikan diri.

Adaptasi yang harus ditempuh perusahaan media otomatis memukul kehidupan keseharian wartawannya.

Dampak terhadap kualitas produk jurnalistik memang tidak terasakan. Konsistensi media masih terjaga dalam memasok informasi. Mulai dari update pencegahan persebaran virus, kebijakan pemerintah di semua level, pendapat ilmiah pakar, prediksi kesehatan, sosial, dan ekonomi; kontrol terhadap bantuan sosial, juga panduan-panduan untuk aktivitas pribadi, peribadatan, dan pekerjaan dari rumah.

Di tengah peran mulia itu, pers mengarungi masalah yang sama dengan warga masyarakat yang terdampak. Bahwa Dewan Pers membuat Satgas Bekerlanjutan Media menunjukkan realitas tentang kerentanan “kesehatan” media. Kampanye untuk menyelamatkan sektor-sektor kehidupan wong cilik, UMKM, juga pers menunjukkan kegalauan tentang kondisi akut yang tak cukup hanya dipikirkan oleh masyarakat pers.

Dalam jangka panjang, kita masih sama-sama membayangkan bakal seperti apa “new normal” bagi wartawan dan media. Dominasi penggunaan teknologi informasi merupakan salah satu formulasi cara kerja wartawan, yang sebenarnya sudah terakrabi dalam kondisi sebelum pandemi, dan bakal makin masif di era “normal baru”.

Pada tingkat yang sangat teknis, misal bagaimana wartawan berakses dengan kantornya, protokol konferensi pers, wawancara khusus, indepth dan investigative reporting boleh jadi harus beradaptasi.

Nilai-nilai eksklusivitas sebagai pilar daya saing media membutuhkan kecakapan tersendiri dalam merancang, mengelola, dan menyajikan. Tentu dengan “wajah” baru.
Secara bisnis, recovery dalam jangka panjang bakal membentuk kepentingan link periklanan yang lebih selektif.

Perusahaan-perusahaan produk dan jasa, serta public relations instansi-instansi akan bergerak seirama dengan eksplorasi ide-ide baru yang dianggap efektif selama masa pandemi.

Para narasumber dalam pelayanan publik dan kehidupan masyarakat juga punya peluang berinovasi dan mengkreasi cara penyampaian informasi. Ide, program, dan kebijakan yang harus disampaikan kepada publik membutuhkan jaminan efektivitas dan bermagnet untuk terpublikasi dan tersosialisasi.

Kolaborasi dengan wartawan dan media, dalam format ini tentu menuntut paradigma baru. Adaptasi para kepala daerah — yang telah ber-mind set digital dan karib dengan aneka platform media sosial — ke “normal baru pers” akan menjadi lebih mulus. Mereka bisa menginovasi aneka aktivitas yang menjadi magnet untuk “dikerumuni laron-laron media”.

Adaptasi Jangka Pendek

Bagaimana dengan adaptasi jangka pendek?
Dinamika yang bergerak akan menguji seberapa kuat daya tahan media-media untuk menyesuaikan diri dalam performa bisnis. Bagi media bermodal besar, tentu masih bisa bertahan dengan segala pola adaptasinya. Lalu, yang bermodal cekak?
Biaya produksi, antara lain gaji awak perusahaan dan maintenance teknologi informasi, bergantung pada pendapatan kerja sama iklan produk, layanan masyarakat, advertorial, ucapan-ucapan selamat dll, juga pemberitaan, baik dengan perseorangan, perusahaan, maupun instansi.

Maka ketika semua elemen masyarakat harus beradaptasi, relasi itu pun harus tunduk pada hukum realitas “penyesuaian diri” pula.
Meminta intervensi “subsidi”otoritas-otoritas pemerintah bisa dinilai sebagai perilaku cengeng dan kehilangan kreativitas bisnis.

Kesannya bergantung pada “belas kasihan” negara/ daerah, dan membuat timpang posisi tawar. Akan tetapi kita juga berhak berpikir sebaliknya, bahwa pemerintah pun mutlak membutuhkan pers dalam kampanye melawan corona. Pada simbiosis mutualisme inilah kerja sama secara proporsional tetap patut dipertahankan.

Bukankah sejatinya pemerintah bersama media merupakan “satu tim” dalam menginspirasi masyarakat untuk menyukseskan protokol-protokol kesehatan yang mempercepat pemulihan keadaan?

Pemberitaan inspiratif merupakan keniscayaan. Pers bisa meng-agendasetting-kan dan mem-framing sajian yang berdaya tarik, mendidik, memberi arah, memandu, dan menjadi pencerah. Bukan berarti kolaborasi ini melemahkan sikap kritis dalam fungsi kontrol pers terhadap penyelenggaraan negara dan pemerintahan, melainkan sebagai format kesadaran bersama meraih kemaslahatan. Selalu ada poin dan momen kontrol, dan di balik ini seyogianya pemerintah juga sadar tentang posisi pers sebagai “teman kritis”.

Pertemuan asosiasi perusahaan media dan asosiasi perusahaan media dengan Dewan Pers, Kamis 14 Mei lalu menegaskan desakan kepada negara untuk mendorong insentif ekonomi, yakni mengalokasikan dana sosialisasi kebijakan, program, atau kampanye penanggulangan Covid-19 baik di tingkat pusat ataupun daerah untuk perusahaan pers.

Realitas inilah yang boleh jadi menjadi gambaran “new normal” wartawan dan media dalam jangka pendek pada saat dan pasca-pandemi. Yakni realitas bahwa dengan adaptasi formulasi bisnisnya “pers tetap hidup dan bertahan”.

(Amir Machmud NS/red)

Previous Post

Melalui Asda III Perumahan De Latinos Berikan Bantuan Sembako Kepada Wartawan

Next Post

Masyarakat Menjerit Yang Berdasi Bernyanyi

suarainv

suarainv

Next Post

Masyarakat Menjerit Yang Berdasi Bernyanyi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

No Result
View All Result

Archives

  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Mei 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Maret 2019

Browse by Category

  • Budaya
  • Daerah
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Legalitas Perusahaan
  • Lintas Peristiwa
  • Militer
  • Nasional
  • News
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Tangerang Raya
  • Teknologi
  • TNI-Polri
  • Uncategorized
  • Vidio
  • Wisata

Search

No Result
View All Result

Recent News

Bos Judol Rp3 Miliar Dibekuk Dittipideksus Mabes Polri, Aset Disikat!

April 2, 2026

BK-LSM Pertanyakan Pengelolaan Dana CSR Di Kabupaten Lebak

April 2, 2026
  • Tangerang Raya
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI-Polri
  • Lintas Peristiwa
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Hukum
  • Alamat Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Video

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Tangerang Raya
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI-Polri
  • Lintas Peristiwa
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Hukum
  • Alamat Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Video

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In