Categories: Daerah

Dinas Kelautan Dan Perikanan Sumut Gelar FGD RZWP3K Zona Pariwisata Di Nias Barat

Nias Barat, suarainvestigasi.com – Sekretaris Bappeda Nias Barat menyampaikan Saran dan Informasi pada FGD yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara melaksanakan Focus Grup Discussion (FGD) Analisis Kesesuaian dan Daya Tampung Kawasan pada Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Zona Pariwisata di Wilayah Kabupaten Nias Barat yang dilaksanakan di RPJ Beach, pada hari Kamis (25/11/2021).

Sesuai Peraturan Daerah Provinsi Perda Provinsi Sumatera Utara Nomor 4 Tahun 2019 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi Sumatera Utara Tahun 2019-2039, maka Penentuan Zona Pesisir dan Pulau-pulau kecil Zona Pariwisata yang ada di Nias Barat perlu ditetapkan.

Guna menggali Informasi Potensi Pariwisata yang ada di Nias Barat, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Tenaga Ahli dari Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli, menyusun kajian tentang Pariwisata di Daerah Pesisir, yang dibuat dalam Perencanaan Pemanfaatan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil secara berkelanjutan sehingga terjadi Keharmonisan, yang mana Zona Pariwisata dibagi dua, ada Zona Pariwisata bentang Alam Laut dan ada Zona Pariwisata Pesisir dan Pulau pulau kecil.

Sekretaris Bappeda Sonifati Zebua,MM, yang turut hadir pada FGD tersebut, menyampaikan harapan agar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi memperhatikan RTRW Nias Barat dan Perda tentang Rencana Induk Pariwisata Kabupaten (Riparkab) sehingga nantinya dalam Penetapan Zonasi tidak tumpang tindih.

Lebih lanjut, Sekretaris Bappeda Nias Barat mengharapkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, supaya dalam Penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Sumatera Utara dapat memikirkan Pemberdayaan para Nelayan di Pesisir Pantai Sirombu, Mandrehe Barat, Moro’o dan Masyarakat Kepulauan Hinako yang menggantungkan hidupnya dari Sektor Perikanan dan Kelautan.

Hadir pada FGD tersebut dari Dinas Kelutan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara diwakili oleh Kabid Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Bappeda Nias Barat, Dinas Kelautan Nias Barat, Dinas Pariwisata, Perwakilan dari Kantor Camat Sirombu dan Mandrehe Barat.

(yosi) 

suarainv

Recent Posts

Bos Judol Rp3 Miliar Dibekuk Dittipideksus Mabes Polri, Aset Disikat!

  JAKARTA — Media Suarainvestigasi.com -  Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengungkap praktik…

14 jam ago

BK-LSM Pertanyakan Pengelolaan Dana CSR Di Kabupaten Lebak

  Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Badan Kerjasama Lumbung Sosialisasi Masyarakat (BK-LSM) Kabupaten Lebak, mempertanyakan…

18 jam ago

Beredar Informasi Penangkapan Penyeludupan Beras Raskin Bansos: Seret Nama Oknum Lurah Teluk Dalam, FARPKeN Sayangkan Polres Nisel Tidak Transparan

  Kabupaten Nias - Media Suarainvestigasi.com -Baru-baru ini beredar informasi penangkapan penyeludupan Beras Rastra/Bansos program…

1 hari ago

Trimen Harefa Kuasa Hukum Tersangka Dugaan Korupsi RSU Pratama Nias, Pertanyaan Dasar Kerugian Negara!

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Trimen Harefa, SH.,MH Kuasa Hukum tersangka JPZ dugaan korupsi pembangunan…

2 hari ago

Curhat Terakhir Bung Harun Sebelum Ditahan Polres Subang Bikin Heboh

  SUBANG — Media Suarainvestigasi.com - Sebuah video berisi curahan hati seorang wartawan mendadak viral…

3 hari ago

Kadis Pertanian Kabupaten Nias Tanggapi Soal Kelangkaan Pupuk, Terus Koordinasi Ke PT Pupuk Indonesia Percepatan Penyaluran

  Nias - Media Suarainvestigasi.com -Kelangkaan pupuk subsidi menjadi keluh kesah kerap menjadi kendala utama…

4 hari ago