Nias – Media Suarainvestigasi.com – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Thomsen Nias dinilai cari pembenaran setelah muncul sorotan tajam dari keluarga pasien melalui tayangan pemberitaan media massa, Kamis (08/01/2026). Hal tersebut berbuntut dari kekecewaan orangtua pasien yang merasa tidak mendapat pelayanan efektif dari Dokter sesuai harapan penyembuhan penyakit yang sedang di derita anaknya.
“Klarifikasi tidak berselang lama dihari yang sama setelah beberapa jam pemberitaan sorotan tajam muncul di media massa, dr. Noferlina Zebua, M.K.M, Direktur RSUD dr. M. Thomsen Nias, menjelaskan bahwa pelayanan di rumah sakit yang ia pimpin berjalan dengan baik dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada pasien. Manejemen rumah sakit bersama seluruh pegawai terus menjaga ritme pelayanan agar optimal dan berjalan dengan baik,” katanya.
Penjelasan tersebut diduga memberikan pembenaran kinerja terkait pelayanan. Menutupi keburukan seakan-akan telah menunjukkan tren positif bahwa telah melakukan pelayanan yang benar tanpa ada kekecewaan dari pasien.
Berawal orangtua dari pasien Gilbert Harefa (10) tahun menuturkan bahwa anaknya masuk rumah sakit Thomsen pada tanggal 21 Desember 2025, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter Dewi ternyata pasien menderita penyakit usus buntu (apendiks) yang membutuhkan tindakan operasi segera, namun tak kunjung dilakukan tindak operasi. Hal tersebut di terangkan kepada awak media, Kamis (08/01/2025) melalui sambungan telpon selulernya.
Selaku orangtua tentunya sangat cemas terhadap kondisi anaknya karena kesakitan dan takut jika usus buntu tersebut pecah yang sangat merugikan pihak pasien dan keluarga, hingga pada tanggal 23 Desember 2025, malah mendapat saran dari salah seorang perawat menyarankan untuk mengurus rujukan pasien di salah satu Puskesmas. Sementara RSUD Thomsen Nias tersedia Dokter Bedah dan Kamar Operasi,” ungkap orangtua pasien kecewa.
“Untuk menghindari hal buruk terjadi orangtua pasien menarik anaknya keluar dari RSUD Thomsen Nias beralih ke RSU Bethesda Gunungsitoli untuk mendapat penanganan lanjutan, terpantau Dokter yang menangani operasi di Bethesda merupakan Dokter yang sehari-harinya bekerja di RSUD Thomsen Nias atas nama Yamoguna Zega, Sp.B, tetapi tidak melayani operasi di rumah sakit tempat ia bekerja tanpa alasan yang jelas, ada apa?
Polemik pelayanan buruk di RSUD dr. M. Thomsen Nias milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nias tersebut terus tersiar berkepanjangan melalui postingan vidio di media sosial facebook dan siaran pemberitaan media massa.
“Meski begitu, Direktur RSUD Thomsen Nias justru selalu mengaku pihaknya sudah memberikan pelayanan yang maksimal sesuai SOP kepada setiap pasien. Ungkapan tersebut disampaikan melalui kroni-kroninya di media massa yang selalu memberikan pembelaan, walaupun banyak pasien yang berobat di RSUD tersebut telantar tidak mendapatkan kesembuhan bahkan sampai bertarung merenggut nyawa.
Keberadaan RSUD Thomsen Nias merupakan RSUD rujukan utama dari 4 Kabupaten dan 1 Kota di Kepulauan Nias yang rata-rata pasien berobat hanya mengandalkan pembiayaan program BPJS Pemerintah karena 70% hidup masyarakat ekonomi menengah kebawah. ketimpangan ini sering muncul ketidak dapat keadilan jaminan kesehatan bagi masyarakat lemah, terpaksa harus menelan pahitnya penderitaan.
Polemik tersebut mendapat tanggapan serius dari berbagai aktifis LSM di Kepulauan Nias, mengatakan setiap kendala pelayanan masyarakat di RSUD Thomsen Nias bahkan Bupati Nias selaku Kepala Daerah diharapkan untuk membenahi Hierarki manejemen RSUD tersebut yang semakin jauh dari harapan masyarakat.
“Tetapi anehnya seakan-akan Pemda dan Bupati Nias purak-purak tidak mendengar dan buta tanpa peduli setiap keluhan masyarakat. Pemda Nias selaku pengelola tidak terlepas selalu disudutkan. Sering muncul permintaan kepada Bupati Nias Ya’atulo Gulo untuk segera mencopot Direktur RSUD Thomsen Nias, yang dianggap selama menjadi pimpinan berkinerja buruk dan mencoreng marwah Pemda Kabupaten Nias,” ungkap seorang LSM.
Namun permintaan tersebut, Bupati Nias selaku yang punya wewenang untuk mencopot jabatan bawahan yang tidak becus menjalankan roda Pemerintahan, justru takut dengan Direktur RSUD Thomsen Nias?, sehingga jabatan Bupati ikut terseret dianggap biasa saja,” ungkap Ketua LSM itu tertawa sinis.
Tanggapan yang sama juga disampaikan Ketua LSM berinisial HZ, bahwa buruknya pelayanan manejemen di RSUD Thomsen Nias, merupakan sikon kegagalan salah satu visi misi Bupati Kabupaten Nias dalam menjalankan amanat birokrasi terutama di bidang Kesehatan, keburukan tersebut tidak bisa dibiarkan tentu perlu menjadi perhatian kita bersama langkah apa yang harus ditempuh,” tegasnya geram.
Lanjutnya, kalau ini terus menerus dibiarkan tentu korban semakin bertambah, kita menilai bahwa Bupati Nias tersebut singa ompong tidak bisa mengambil tindakan tegas kepada bawahan yang jelas telah mencoreng nama baik Pemerintahan. Ini kan aneh di mata publik ada apa dengan Bupati?,” tambahnya.
“Apakah Direktur RSUD Thomsen Nias mempunyai kartu AS Bupati Nias sehingga tak berani mencopot jabatan yang bersangkutan walaupun berkinerja buruk?
Semasa menjabat Noferlina Zebua sebagai Direktur RSUD Thomsen Nias, sering menuai protes hingga menimbulkan keributan dari pihak kelurga pasien buruknya manejemen dan viral di platform media sosial sehingga mendapat tanggapan-tanggapan negatif dari kalangan netizen Bupati hanya diam dan membiarkan terus berlanjut, tidak menindak lanjuti informasi masyarakat.
Awak media ini telah berupaya mengkonfirmasi Direktur RSUD Thomsen Nias dan Bupati Nias terkait peristiwa itu, namun tidak merespon hingga berita ini kembali tayang di publik.
(yosi)
JAKARTA — Media Suarainvestigasi.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengungkap praktik…
Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Badan Kerjasama Lumbung Sosialisasi Masyarakat (BK-LSM) Kabupaten Lebak, mempertanyakan…
Kabupaten Nias - Media Suarainvestigasi.com -Baru-baru ini beredar informasi penangkapan penyeludupan Beras Rastra/Bansos program…
Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Trimen Harefa, SH.,MH Kuasa Hukum tersangka JPZ dugaan korupsi pembangunan…
SUBANG — Media Suarainvestigasi.com - Sebuah video berisi curahan hati seorang wartawan mendadak viral…
Nias - Media Suarainvestigasi.com -Kelangkaan pupuk subsidi menjadi keluh kesah kerap menjadi kendala utama…