Lebak – Media Suarainvestigasi.com – Munculnya pemberitaan di Media Online cilangkahannewschannel.com, berjudul Oknum LSM DPP BK Jangan Asal Tuduh, PT Wika Cikulur Beli Tanah Drainase Sesuai Aturan Hukum dan Perundang-undangan, terbit pada Sabtu, 14 Februari 2026, dikecam Ketua Umum BK-LSM Kabupaten Lebak. Pasalnya, isi di dalam pemberitaan tersebut tidak berdasar dan terkesan dipaksakan, tanpa ditelaah lebih mendalam.
“Kami mengecam atas isi pemberitaan yang ditayangkan oleh Media Online cilangkahannewschannel.com, dimana judul pemberitaannya menyebut BK-LSM sebagai Oknum, padahal seharusnya mereka memahami isi di dalam surat yang kami sampaikan kepada pihak Wika Kontraktor selaku pelaksana pembangunan jalan tol Serang-Panimbang, apakah mereka faham isi surat, atau tidak sebenarnya, jangan-jangan mereka tidak lulus sekolah, sehingga berbahasa serampangan, terlebih pihak yang mengaku sebagai Humas Eksternal, dia faham tidak apa tugasnya selaku Humas seperti apa” ungkap Mamik Slamet, Ketua Umum BK-LSM Lebak, Sabtu, 14 Februari 2026.
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, surat permohonan audiensi yang ditujukan kepada Wika Kontraktor tersebut, terdapat beberapa poin, sebagaimana disampaikan oleh narasumber kepada tim BK-LSM Lebak, terkait pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan tol Serang-Panimbang.
“Informasi yang kami tuangkan di dalam isi surat itu, diantaranya penjelasan yang disampaikan sumber kepada kami, sehingga kami berkewajiban mengkonfirmasinya kepada pihak Wika Kontraktor, sehingga ada ruang jawab, bukan seperti apa yang dituduhkan oleh pihak yang mengaku sebagai Humas Eksternal, sebagaimana statemennya di Media Online cilangkahannewschannel.com, itu salah kaprah dan sangat memalukan, seharusnya pihak Wika Kontraktor malu, merekrut Humas yang tak memiliki etika dan tak faham tata bahasa, padahal di dalam surat kami menyampaikan berdasarkan penjelasan sumber, sehingga perlu dikonfirmasi kebenarannya, makanya kami bersurat secara formal” tambahnya.
Seharusnya kata Mamik Slamet, seorang Humas, harus memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas, komunikatif, bukan malah bersikap terkesan arogan dan tendensius, tanpa mengkaji lebih dalam, poin-poin apa saja yang disampaikan di dalam surat tersebut.
“Apalagi dia mengaku sebagai Humas Eksternal Wika Kontraktor, seharusnya dia tau dan bisa menempatkan diri, komunikatif, sopan santun dijaga, bukan malah terkesan serampangan tak karuan, seharunya dia malu, dan pihak Wika merekrut orang yang tak beretika, harus malu lah, mereka ini kan perusahaan BUMN, Plat Merah, masa nempatin seorang Humas yang tak paham soal etika, baca lah isi suratnya, apakah kita menuding, apakah kita yang ngomong, makanya belajar EYD yang bener, jangan asal ngomong, azas Praduga tak bersalah, tetap kami junjung tinggi, makanya kami ajukan surat audiensi, agar ada ruang jawab” tambahnya.
Hal senada diungkap Umar Vijay, Ketua DPC Ormas GAIB 212 DPC Kabupaten Lebak. Menurutnya, tak pantas seorang Humas, memiliki sikap dan perilaku arogan dan terkesan serampangan.
“Tidak pantas lah seorang Humas bersikap arogan, apalagi nuduh orang lain sebagai Oknum, ini kan bicara secara kelembagaan, ya pake bahasa yang santun, sopan, bukan serampangan begitu, kami sangat mengecam statemen seorang Humas, apalagi diekspose di Media, harus difahami dulu, apa isi suratnya” kata Umar Vijay, Ketua Ormas GAIB 212 DPC Kabupaten Lebak.
Semetara itu, Arif Hidayat, Wakil Ketua II, Ormas GRIB Jaya DPC Kabupaten Lebak, mengaku heran dengan sikap seorang Humas, yang terkesan arogan tersebut.
“Saya heran, apakah dia Pimpinan di Wika, sampai menggunakan bahasa yang seolah semuanya milik dia, bilang orang lain Oknum, dia sendiri ga sadar, dia itu siapa dan mau kemana, apa sih yang harus dibanggakan, sampai dia begitu menggebu-gebunya, nuduh orang lain sebagai Oknum, nah ini yang salah kaprah, makanya perlu diluruskan, jangan berkata semaunya saja, ngecilin orang lain, nantangin orang lain, emang dia fikir dia itu siapa ?” tandasnya.
Menurut rencananya, tim BK-LSM Kabupaten Lebak dan beberapa Ormas di Kabupaten Lebak, dalam waktu dekat ini, akan segera menggelar audiensi gabungan, di kantor Wika Serang Panimbang, dengan mengundang pihak PPK Lahan, dan instansi terkait lainnya.
( Epul/Tim )






