Categories: Daerah

Proyek Rp.52,24 Miliar Provinsi Gunungsitoli-Afia, PW LSM KCBI Menduga Menjadi Sarat Korupsi Oknum Kontraktor

Gunungsitoli – Media Suarainvestigasi.com – Proyek Peningkatan Struktur Jalan Provinsi Ruas Gunungsitoli-Afia sepanjang ±9 kilometer dengan anggaran sangat fantastis Rp.52.248.122.000,00 miliar dari APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2025 kini menuai kecaman. Alih-alih membawa manfaat, pekerjaan jalan yang sedang berlangsung justru diduga asal-asalan dan mengorbankan keselamatan masyarakat.

Hasil pantauan awak media menunjukkan material dasar timbunan jalan bercampur lumpur, jauh dari standar teknis konstruksi jalan. Lebih parah lagi, sebagian material disebut-sebut diduga berasal dari salah satu hulu sungai di Nias Utara yang belum jelas izin Quarry-nya. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa pekerjaan proyek miliaran rupiah tersebut sarat dengan praktik menyalahi aturan.

Akibat penggunaan material yang tidak sesuai, kondisi jalan berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan dan menjadi lautan debu saat panas. Jalan licin mirip di sawah membuat kendaraan beresiko tergelincir, sementara debu pekat menutupi pandangan dan mengganggu perjalanan pengguna jalan hingga debu masuk ke rumah-rumah warga,” terang masyarakat

“Dampaknya, masyarakat resah dan kesehatan pun terancam.
“Kalau panas, debunya sangat banyak sampai masuk ke rumah. Anak-anak sering batuk-batuk, apalagi kalau malam, terasa sesak,” ungkap YZ (45) warga Desa Afia.

Seirama warga lain, MD (38), menambahkan, “Kalau hujan, jalannya seperti sawah. Motor sering tergelincir, mobil pun bisa terjebak. Kami khawatir bisa makan korban. “Kekhawatiran warga terbukti hari ini, Senin (15/09/25) dihadapan awak media, sebuah minibus merek Carry terjebak di dalam timbunan jalan yang lembek. Sopirnya terpaksa meminta bantuan untuk menarik kendaraan keluar dari lumpur,

“Tak hanya di lapangan, keluhan juga ramai di media sosial. Beberapa warga memposting video kondisi jalan yang becek dan berlumpur hebat di Facebook. Komentar warganet pun berderet, sebagian besar mengecam keras kontraktor dan menuntut pihak terkait segera turun tangan. Padahal aturan jelas,” terang MD.

Helpin Zebua Perwakilan Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (PW LSM KCBI), sesuai Permen PUPR Nomor 19/PRT/M/2011 menegaskan bahwa material timbunan, agregat, maupun lapis pondasi harus bebas dari lumpur, organik, serta memenuhi kepadatan dan daya dukung sesuai standar. Fakta di lapangan justru memperlihatkan kebalikan, seolah-olah pekerjaan proyek ini dikerjakan tanpa mengindahkan aturan negara,

“Ironisnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Ferri Sianipar, memilih bungkam. Sejak beberapa hari terakhir, awak media berulang kali meminta klarifikasi terkait kelayakan material dan hasil uji laboratorium, namun hingga berita ini diturunkan PPK tetap menutup mulut,” ungkap Helpin saat diwawancarai wartawan di Gunungsitoli.

Pihak rekanan pun tak bisa dihubungi kita menduga kuat.
Proyek bernilai puluhan miliar rupiah tersebut menjadi sarat korupsi oknum kontraktor, seharusnya meningkatkan kualitas infrastruktur justru meninggalkan jejak kecurigaan dan penderitaan masyarakat,

“Publik pun menanti tindakan tegas pemerintah, aparat penegak hukum, maupun lembaga pengawas untuk mengusut dugaan pelanggaran serius dalam proyek jalan Provinsi Gunungsitoli–Afia ini,” tegas PW LSM KCBI itu.

(yosi)

suarainv

Recent Posts

Bos Judol Rp3 Miliar Dibekuk Dittipideksus Mabes Polri, Aset Disikat!

  JAKARTA — Media Suarainvestigasi.com -  Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengungkap praktik…

16 jam ago

BK-LSM Pertanyakan Pengelolaan Dana CSR Di Kabupaten Lebak

  Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Badan Kerjasama Lumbung Sosialisasi Masyarakat (BK-LSM) Kabupaten Lebak, mempertanyakan…

20 jam ago

Beredar Informasi Penangkapan Penyeludupan Beras Raskin Bansos: Seret Nama Oknum Lurah Teluk Dalam, FARPKeN Sayangkan Polres Nisel Tidak Transparan

  Kabupaten Nias - Media Suarainvestigasi.com -Baru-baru ini beredar informasi penangkapan penyeludupan Beras Rastra/Bansos program…

1 hari ago

Trimen Harefa Kuasa Hukum Tersangka Dugaan Korupsi RSU Pratama Nias, Pertanyaan Dasar Kerugian Negara!

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Trimen Harefa, SH.,MH Kuasa Hukum tersangka JPZ dugaan korupsi pembangunan…

2 hari ago

Curhat Terakhir Bung Harun Sebelum Ditahan Polres Subang Bikin Heboh

  SUBANG — Media Suarainvestigasi.com - Sebuah video berisi curahan hati seorang wartawan mendadak viral…

3 hari ago

Kadis Pertanian Kabupaten Nias Tanggapi Soal Kelangkaan Pupuk, Terus Koordinasi Ke PT Pupuk Indonesia Percepatan Penyaluran

  Nias - Media Suarainvestigasi.com -Kelangkaan pupuk subsidi menjadi keluh kesah kerap menjadi kendala utama…

4 hari ago