Gunungsitoli – Media Suarainvestigasi.com –Viral buruknya kualitas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Thomsen Nias milik Pemerintah Kabupaten Nias, Provinsi Sumatera Utara, kini kembali menjadi sorotan tajam warganet seusai dikritik aktifis LSM dan Pers setelah seorang anak dalam kondisi sakit harus membutuhkan penanganan dokter diabaikan, Senin (12/01/2026).
Insiden itu terjadi berawal tanggal (21/12/2025), ketika pasien Gilbert Harefa (10) tahun tiba di RSUD Thomsen Nias untuk berobat hasil dari pemeriksaan dokter ternyata pasien menderita penyakit usus buntut (apendiks) yang segera membutuhkan tindakan penanganan operasi.
Selama dua hari berada di rumah sakit Thomsen Nias. Namun tak kunjung dilakukan tindakan operasi, malah dapat saran dari salah satu perawat menyarankan untuk mengurus rujukan pasien di salah satu Puskesmas. Sementara RSUD Thomsen Nias tersedia dokter bedah dan kamar operasi,” ungkap orangtua Gilbert kepada awak media.
Karena ada pengabaian di RSUD Thomsen Nias tidak kunjung ditangani, orangtua Gilbert Harefa (pasien) kwartir dengan keadaan anak yang semakin memburuk dan kritis memutuskan untuk membawa disalah satu Rumah Sakit Umum (RSU) Swasta di Kota Gunungsitoli.
“Anehnya bahwa dokter yang menangani anak saya di RSUD Swasta tersebut, dokter yang biasa bekerja atau berdinas di RSUD Thomsen Nias, tetapi yang menjadi pertanyaan kami kenapa dia tidak melakukan operasi di tempat dia bekerja biasa,” terang orangtua pasien.
Situasi kekecewaan tersebut diposting disalah satu akun media sosial facebook kelurga pasien dan melalui tayangan pemberitaan media massa hingga viral, dihujat komentar negatif pengguna facebook. Warganet berikan tanggapan pedas menyampaikan hal yang sama pernah mereka alami dan mengakui bahwa dari dulu pelayanan di RSUD Thomsen Nias memang tidak asing lagi sangat buruk terus-menerus banyak masyarakat kecewa, akibat dari kelainan petugas pasien meninggal dunia, RSUD tersebut perlu pembenahan yang serius dan adanya perubahan direktur.
Amarah netizen tidak terbendung mengkritik pedas mengenai buruknya pelayanan di RSUD Thomsen Nias dengan cepat menyebar luas di media sosial, memicu reaksi ratusan komentar kritis dari warganet yang juga pernah memiliki pengalaman serupa.
Salah akun facebook Yona Lifardo Zebua memposting pemberitaan media massa tersebut pada tanggal 09 Januari sampai 12 Januari 2026 mendapat Like 1,6 RB dan di komentar pedas 194 hujatan negatif warganet tanggapan buruk yaitu;
Akun Facebook,
-1. Kiky Waruwu – Sedikit berkomentar sih
Bulan November 2025 lalu saya di rawat di RSUD Thomsen, di rujuk dari puskes karna dirawat Preeklamsia, tapi sayangnya dari awal saya masuk sampai saya melahirkan dokter tidak melihat kondisi atau visit, padahal keadaan saya kemarin itu sedikit gawat, hanya perawat saja yang ada, hingga anak saya pun tidak tertolong, apa salahnya saat itu dokter kandungan yang berjaga datang melihat kan we, tapi ini ngak datang hari Sabtu eh dokter baru visit Senin, setelah semuanya agak pulih.
-2. Miritini Dao – Rumah sakit Thomsen tidak bencus kecewa kita sudah jauh2 kita dari telukdalam e sampai kita tidak di perhatikan mereka kenapa kubilang itu sudah pernah terjadi sama kami kecewa aku.
-3. Herman Zalukhu – Jika di adakan penilaian seluruh Indonesia. Rumah sakit paling terburuk baik dari segi kebersihan, pelayanan dan tanggung jawab salah satunya rumah sakit Thomsen Nias.
-4. Feko Lase – Sudah saatnya Rumah Sakit Umum Daerah Thomsen harus berbenah dan melakukan perubahan manajemen dan tata kelola secara menyeluruh dan pemimpin yang mengambil kebijakan harus tegas berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Komentar Warganet Selanjutnya;
-5. Yuki Gea – Rumah sakit Thomsen memang tidak bagus pelayanannya, mereka mengutamakan administrasi dulu, mereka buat keluarga penyakit kesana kemari untuk administrasi mereka, tidak dulu mengurus yang sakit, mati saja yang sakit karena pelayanan yang sangat lama, dan mesti juga kita panggil panggil perawatnya dulu.
-6. Delima Zalukhu – Bukan jadi sehat tapi jadi mati yang masuk rumah sakit ini sudah banyak yang terjadi, datang masih bernafas, pulang jadi mayat. Mereka tidak melayani dengan kasih tapi mereka melayani asal tampil, buuurrruk Mari kita menjaga kesehatan
Jagan sampai masuk rumah sakit.
-7. Aroziduhu Laia – Pelayanan terburuk sepanjang masa, para perawat, dokter angkuh dan sombong, tidak sedikit pasien terlantar bahkan sampai meninggal akibat keterlambatan penanganan, semoga menjadi atensi Bupati Nias untuk di evalusi kinerja pegawai/dokter RSU. Thomsen.
-8. Tukariaman Hura – Ya kalau pelayanan di RS Thomsen Nias memang ngga usah ditanya lagi orang nya pada jutek semua sombong apalagi kalau yang berobat pakek BPJS udah ngga dipentingkan lagi itu.
-9. Sutri Lase – Trauma lah aku pigi berobat di rumah sakit ini lagi, karna kemarin pas saya operasi usus saya di lempar botol ngus sama perawat nya, hanya gara2 pas mereka datang saya lagi mandi dan saya suruh dulu mereka tunggu bentar eh pas siap mandi gak pake basa basi di kasi duduk saya di kursi roda trus infusnya di lempar ke akunya, mau komplen tapi kata suami sabar, udah gitu sampai di ruangan mana ada mereka langsung OP gak, nunggu lagi ngurus berkas ini dan itu, sampai sore jam lima saya sudah lemas kelaparan karna saya puasa jam lima pagi, baru saya suruh suami saya bilang ke mereka kita pindah di Bethesda saja oooo baru mereka respon an bilang maaf ya pak siap ini nanti giliran ibu. heeeem, makanya dari situ sampai skrg gak mau lagi ke rumah sakit itulah, mending di Bethesda saja kita cepat di respon.
-10. Pak Priscilla Zai – Rumah sakit Thomsen Gunungsitoli itu sudah gk bagus pelayanannya. Cuman mustahil kalau ada orang sakit bisa sembuh, tapi rata-rata orang yg masuk rumah sakit Thomsen itu pada meninggal akhirnya. Pengalaman untuk kedepannya supaya masyarakat yg lain harus hati-hati kalau sempat di rawat di sana.
-11. Ingati Zega – Semua yg nyatakan teman² semua adalah pelayanan yg tidak baik dari RS Thomsen harus di suarakan, karna saya dan kelurga juga pernah mengalaminya hal yg sama jadi kita semua berharap agar pelayanan di RS Thomsen kembali membaik sebagaimana mestinya, dan jika Bapak yg terhormat tidak mau di juluki singa ompong segeralah bertindak jangan tunggu orang² kecil ini marah.. ngertikan bos.
-12. Gusman Hulu – Yg saya alami dan perlu di kaji ulang;
-13. Max Saf Saf – Kebanyakan peraturan, dulu kami ada keluarga yg sekarat, rujukkan dari klinik Gloria, dan penyakit sangat memperhatikan, namun pihak rumah sakit tidak langsung menanganinya dgn berbagai macam alasan, smpai smpai di tuding korona . Setelah berbagai macam argumen baru di berhentikan pertanyaan tentang korona, stelah 4 jam baru di tanganin sehingga tepat jam 12 malam meningal lah paman ku itu. Yg membuat kesal nya, surat rujuk kan itu tidak langsung diproses bahkan tidak di baca, dan menuduh yg tidak tidak.
Pelayanan perawat nya juga buruk, apalagi bagian dari pendaftaran sangat mengabaikan pasien. Dan memperlambat proses nya. Di tambah dokter yg bertugas dstu membuka klik pribadi nya sehingga kefokusan nya tidak 100 persen di rumah sakit tersebut. Dan kemudian ada keluarga kami yg mau menjalani operasi sesar, obat bius nya blm jln UD. Di operasi sehingga rasa sakit itu sangat sangat dirasakan oleh pasien. Smpai teriak teriak dlm proses operasi tsbt.
Selanjutnya penjelasan komentar menyediakan,
-14. Feni Tel – Rumah sakit Thomsen, sdh tdk di andalkan LG pernah klrg kami, THN 2023 masuk kami di rumah sakit Thomsen hari Selasa pagi, kami masuk di UGD sesudah di periksa di ruang UGD lalu kami di bawa keruang pasien kira2 jam 10 pagi dibilang nanti sore datang Dokter nantik memeriksa penyakit, sampai sore tdk datang dokternya lalu kami tanyak sama perawat, Bu kapan datang Dokternya Bu, di jawab mungkin nanti malam pak, sampai malam klrg kami sakitnya mulai parah dan kesakitan datang jg perawat Bu, kapan ada dokternya, jawaban LG banyak pasien pak, sampai hari Rabu blm datang jg Dokternya sampai sorenya hari Rabu nya klrg kami yg sakit bertambah parah sakitnya matanya mulai layu, sampai malam jam 8 kami tanyak dokternya Bu apa ada dokternya dijawab banyak jg pasien yg ditanganinya klrg kami yg sakit tdk sadar LG, sampai jam 10 blm jg dtg dokternya, kami klrg sepakat kami brgkt malam itu jg, kami lapor di pos pelayanan pasien, minta untk kami keluar dari rmh sakit Thomsen dibilang blh tp kalian tandatangani surat bahwa kalian yg meminta untk keluar, kami jg me iakan itu, krn walaupun kami bertahan didalam rmh sakit yg tdk becus itu tdk ada gunanya, kami sesudah kami siap tandatangani surat2 semua, kami kemasin barang2 lalu kami pergi, sekitar jam 12 lewat kami berada di luar rmh sakit menunggu mobil jemputan, tidak ada angin tdk ada hujan baru dtg Dokternya yg sombong2 itu bersama perawatnya ada 5 org mereka dibilang dokter PK Pak kenapa cepat keluar kalian baru datang kami, saya jawab pak, klo memang bpk bertanggung jawab pada pasien semalam sdh dtg bpk dokter melihat pasiennya, tp kami mulai kemaren sore kami tanyak2 dokter sama perawat jawaban masih banyak pasien, sampai mlm ini jg, klrg kami yg sakit matanya sdh mulai layu tdk bisa menahan sakitnya lg, makanya kami keluar dari rmh sakit ini yg tdk karuan, lalu kami brgkt, pas di tengah jln klrg kami menghembuskan napas terakhir betapa hancurnya hati kami sekeluarga melihat situasi rmh sakit Thomsen itu, makanya klo ada org sakit di klrg kami tdk kami bawa di rmh sakit Thomsen malah kami beritakan sama tengga yg terjadi di klrg kami.
Salah satu yang mengaku Anggota DPRD memberikan komentar pengalaman pahit yang ia alami di Thomsen Nias.
-15. Faoiliwaruwu – Rumah sakit Thomsen sebenarnya SDM sdh memadai dari segi management rumah sakit, masalahnya pada penerapan di tingkat penangan pasien, terutama dokter, saya pernah berobat : saya jauh dari Afulu mendaftar jam 8:30 dan pelayanan cepat dan menunggu diruang depan dokter, baru datang dokter jam 11:30 sudah capek nunggu, takut terlewati nomor antrian akhirnya kambuh penyakit maag. Lalu sampai kedalam ruangan ada seorang dokter spesialis dia marah marah sama saya hanya karena tidak tau kapan terakhir saya berobat, betapa saya malu diruangan itu karena banyak perawat saya keluar dan tidak jadi berobat, saya sabar tidak mau ribut walaupun saya seorang wakil rakyat. Saran:
Bupati dan DPRD harus tegas kepada Dokter tentang displin waktu kerja. Dokter betul betul diawasi kinerjanya oleh pihak independen terlebih DPRD komisi yg membidangi. Kalau direkturnya sudah bagus kinerjanya, perawat sudah lumayan. Titik permasalahan ada di Dokternya karena lebih fokus mereka itu di praktek, bupati Nias ini harapan orang banyak,“ katanya.
Dikolom komentar facebook ratusan warganet lain dari A sampai Z saling menceritakan pengalaman pahit yang pernah mereka alami semasa berobat di RSUD Thomsen Nias buruk!
Terkait viral pelayanan buruk tersebut, malah Direktur RSUD Thomsen Nias dr. Noferlina Zebua, M.K.M sibuk mencari pembelaan diri membuat berita klarifikasi melalui media massa kroni-kroninya, termasuk anggota Legislatif Kabupaten Nias berinisial BML memberikan pembelaan yang mengaku sering berkomunikasi dengan Direktur RSUD Thomsen Nias,
“Pernyataan BML tersebut diduga tidak mendasar, hanya komunikasi kepada Direktur bukannya melihat keadaan di lapangan, sebagai anggota Legislatif menampung keluhan Rakyat dan mencari solusi.
“Harusnya seorang anggota legislatif menanyakan akar permasalahan tersebut apa benar dan berpedoman kepada jeritan masyarakat. Warganet menilai bahwa BML berdalil mencari muka dan membela institusi RSUD Thomsen Nias dalam kebrok-brokan kinerja membiarkan masyarakat tersakiti,” ungkap Netizen.
Atas keluhan pelayanan buruk tersebut awak media ini telah berupaya untuk memperoleh berimbangan informasi melalui Direktur RSUD Thomsen Nias dan Bupati Nias via telpon dan pesan WhatsApp, tetapi tidak memberikan respon ada apa? Sehingga pemberitaan media massa rame dengan berbagai topik keluhan masyarakat.
(yosi)
Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Proyek Alun-Alun Lebak Ruhay Disorot: PUPR Gagal, Penambahan Anggaran Dicurigai.…
Tangerang - Media Suarainvestigasi.com -Kebakaran terjadi pada dini hari, menimbulkan kepanikan warga sekitar. Kebakaran yang…
Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Mengutip dari Sebuah video yang memperlihatkan seorang warga mengkritik pelaksanaan…
Nias Utara - Media Suarainvestigasi.com -Pinjaman Pemerintah Kabupaten Nias Utara sebesar Rp.75 Miliar di Bank…
Nias - Media Suarainvestigasi.com - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Thomsen Nias…
Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Kasus pencurian kerbau pemilik pak makrudi 1 Dan pak Salam…