• Tangerang Raya
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI-Polri
  • Lintas Peristiwa
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Hukum
  • Alamat Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Video
Suara Investigasi
Advertisement
  • Tangerang Raya
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI-Polri
  • Lintas Peristiwa
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Hukum
  • Alamat Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Video
No Result
View All Result
  • Tangerang Raya
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI-Polri
  • Lintas Peristiwa
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Hukum
  • Alamat Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Video
No Result
View All Result
Suara Investigasi
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Mengenal Kentut dan Kesehatan

suarainv by suarainv
Desember 14, 2020
in Kesehatan
0 0
0

 

Bandung  – Suarainvestigasi.com – Apa yang ada dalam persepsi orang ketika mendengar kata kentut ? Mungkin sebagian akan membayangkan suatu aroma yang bau dan tidak menyehatkan. Mungkin sebagian lagi ada yang mengangap sesuatu yang tidak pantas untuk dibahas. Jika seseorang merasa ingin kentut, ada yang langsung kentut saja dengan cuek-nya. Ada yang ditahan dulu melihat situasi di sekitarnya. Dan mungkin ada yang coba diatur, yaitu kentut dikeluarkan secara perlahan – lahan agar tidak terdengar oleh orang. Dengan demikian cara pandang dan penyelesaian dalam menghadapi masalah kentut tiap orang akan berbeda – beda. Oleh karena itu dilihat dari perspektif ilmu, sesekali membahas kentut mungkin menjadi penting untuk diketahui, dan mudah – mudahan ada manfaatnya “, ungkap Pemerhati Kesehatan Dede Farhan Aulawi di Bandung, Senin (14/12).

 

Kentut sesungguhnya merupakan proses biologis tubuh manusia, terutama dalam sistem pencernaan. Jadi kentut sebenarnya suatu proses yang normal dan merupakan hal yang sehat dan baik untuk tubuh manusia. Jadi kalau kita merasa kesulitan untuk kentut, maka ada reaksi normal dalam tubuh berupa rasa tidak nyaman seperti kembung atau rasa sakit di perut. Tubuh menghasilkan gas sebagai bagian dari penguraian dan pemrosesan makanan. Lama kelamaan gas ini menumpuk pada sistem pencernaan. Sebagian diserap secara alami, tapi sisanya tentu harus dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk kentut dan sendawa. Ujar Dede.

Kemudian Dede juga menjelaskan manfaat kentut bagi kesehatan, diantaranya mengurangi kembung karena gas yang tidak keluar bisa menjadi salah satu penyebab perut kembung. Jadi kentut merupakan proses pengeluaran gas dari sistem pencernaan. Membiarkan gas keluar dan menguap akan langsung mengurangi rasa kembung dan ketidaknyamanan. Di samping itu juga bisa menurunkan resiko komplikasi usus besar. Makanya saat kita menahan kentut karena memandang satu situasi tertentu, maka timbul rasa ketidaknyamanan di usus dan perut. Namun ada hal yang patut diperhatikan dari masalah kentut ini, yaitu bau yang ekstrem, frekuensi gas yang meningkat, dan nyeri gas yang aneh.

 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa senyawa yang diproduksi dalam jumlah kecil, yaitu hidrogen sulfida dapat melindungi dari penyakit di kemudian hari. Jadi dalam dosis kecil, kentut itu dapat mencegah kerusakan sel dan mencegah stroke serta serangan jantung. Namun kalau dalam jumlah besar, tentu dapat keracunan. Jika kita jarang kentut, itu sebagai pertanda bahwa kita membutuhkan lebih banyak serat seperti buncis dan kangkung dalam menu makanan. Sebaliknya jika makan terlalu banyak daging merah, maka dapat menghasilkan bau yang sangat tidak enak.

 

Kentut juga bisa memberikan gambaran terkait dengan kondisi bakteri usus. Jika banyak kentut, bisa menjadi tanda mikrobioma di usus lebih sehat. Ini juga menandakan kesehatan usus yang baik Itu karena makanan yang memberi makan mikrobioma dan mendorong pencernaan yang lebih efisien adalah makanan seperti kembang kol dan kubis.

 

Sementara itu terkait dengan penyebab kentut yang bau, umumnya berasal dari faktor makanan. Bau tak sedap bisa muncul dari senyawa belerang yang banyak ditemukan dalam makanan seperti brokoli, kubis, asparagus, dan bawang. Umumnya makanan yang kaya serat cenderung lebih lambat dicerna dan mengalami fermentasi di saluran pencernaan. Proses fermentasi tersebut dapat membentuk gas berbau tak sedap mirip telur busuk di saluran pencernaan. Selain faktor makanan, kentut bau juga bisa jadi sinyal masalah kesehatan. Pungkas Dede.

(DD)

Previous Post

Polres Serang Kota Gelar Rakor Jelang Ops Lilin Kalimaya 2020

Next Post

Usai Dari KSP Ketua Kopsa Makmur Kunjungi Kantor SMSI Untuk Minta Dukungan

suarainv

suarainv

Next Post

Usai Dari KSP Ketua Kopsa Makmur Kunjungi Kantor SMSI Untuk Minta Dukungan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Search

No Result
View All Result

Archives

  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juli 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • Februari 2023
  • Januari 2023
  • Desember 2022
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • September 2022
  • Agustus 2022
  • Juli 2022
  • Juni 2022
  • Mei 2022
  • April 2022
  • Maret 2022
  • Februari 2022
  • Januari 2022
  • Desember 2021
  • November 2021
  • Oktober 2021
  • September 2021
  • Agustus 2021
  • Juli 2021
  • Juni 2021
  • Mei 2021
  • April 2021
  • Maret 2021
  • Februari 2021
  • Januari 2021
  • Desember 2020
  • November 2020
  • Oktober 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Mei 2020
  • April 2020
  • Maret 2020
  • Februari 2020
  • Januari 2020
  • Desember 2019
  • November 2019
  • Oktober 2019
  • September 2019
  • Agustus 2019
  • Juli 2019
  • Maret 2019

Browse by Category

  • Budaya
  • Daerah
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Legalitas Perusahaan
  • Lintas Peristiwa
  • Militer
  • Nasional
  • News
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Tangerang Raya
  • Teknologi
  • TNI-Polri
  • Uncategorized
  • Vidio
  • Wisata

Search

No Result
View All Result

Recent News

Bos Judol Rp3 Miliar Dibekuk Dittipideksus Mabes Polri, Aset Disikat!

April 2, 2026

BK-LSM Pertanyakan Pengelolaan Dana CSR Di Kabupaten Lebak

April 2, 2026
  • Tangerang Raya
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI-Polri
  • Lintas Peristiwa
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Hukum
  • Alamat Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Video

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Tangerang Raya
  • Nasional
  • Daerah
  • TNI-Polri
  • Lintas Peristiwa
  • Ragam
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Hukum
  • Alamat Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Video

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In