Serang, Suarainvestigasi.com – AP (25) pelaku penyalahgunaan obat-obatan di amankan Satuan Reserse Narkoba Polres Serang Kota Polda Banten, rabu dini hari (22/01/2020) di kampung Sanepa, Desa Sukabares, Kecamaran Ciomas, Kabupaten Serang.
“Pelaku ditangkap usai memiliki dan berniat menjual obat-obatan terlarang tanpa resep dokter yang nantinya akan menimbulkan bahaya pada pembeli atau pengkonsumsinya,” ujar Kasat Narkoba Polres Serang Kota AKP Wahyu Diana, Kamis (23/01/2020) di Mapolres Serang Kota.
Saat dimintai keterangan, pelaku mangaku obat-obatan yang di dapat dari sodara TM yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Serang Kota.
“Ditemukan barang bukti berupa 8 bungkus plastik klip bening yang berisi 56 butir obat jenis obat warna kuning yang berlogo MF, dan uang hasil penjualan sebesar Rp. 135.000 (seratus tiga puluh lima ribu rupiah),” papar Wahyu.
“Jika dikonsumsi secara berkelanjutan, maka orang tersebut dalam keadaan bahaya bahkan bisa menimbulkan kematian. Jika dikonsumsi jarang maka efek obat tersebut kepada pengguna akan merasakan dirinya terbang (fly) hingga setengah sadar”, tambahnya
Tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Serang Kota guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku di jerat dengan Undang-undang (UU) Kesehatan nomor 36 tahun 2009 Pasal 196, junto Pasal 197, junto Pasal 198 dengan ancaman kurungan penjara 10 tahun sampai 15 tahun.
JAKARTA — Media Suarainvestigasi.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengungkap praktik…
Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Badan Kerjasama Lumbung Sosialisasi Masyarakat (BK-LSM) Kabupaten Lebak, mempertanyakan…
Kabupaten Nias - Media Suarainvestigasi.com -Baru-baru ini beredar informasi penangkapan penyeludupan Beras Rastra/Bansos program…
Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Trimen Harefa, SH.,MH Kuasa Hukum tersangka JPZ dugaan korupsi pembangunan…
SUBANG — Media Suarainvestigasi.com - Sebuah video berisi curahan hati seorang wartawan mendadak viral…
Nias - Media Suarainvestigasi.com -Kelangkaan pupuk subsidi menjadi keluh kesah kerap menjadi kendala utama…