Categories: HukumKriminal

Diduga Lakukan Penganiayaan Kepada Wartawan, Oknum Satpol PP Tana Toraja Dilaporkan ke Polisi

Tana Toraja – Suarainvestigasi.com – Seorang Jurnalis Toraja Niel Bara’padang dari media Weekend Sulsel melaporkan Kabag Perundang-undangan Satpol PP Tana Toraja Agus Ap ke Polres Tana Toraja yang diduga melakukan kekerasan fisik, Kamis, 18 November 2021.

Menurut pengakuan Niel saat menceritakan kronologi kejadian, saat itu dirinya sedang meliput kegiatan organisasi dalam rangka pencarian dana. Berselang 30 menit, seorang lelaki datang menegur dengan nada tinggi memerintah untuk mematikan alat musik di salah satu stand penjual sarabba.

“Awalnya pak Agus mendatangi salah satu penjual sarabba dengan nada keras, dia bilang kasih diam itu musik, daripada saya cabut izin usahamu,” kata Niel.

Karena tidak menggunakan seragam Satpol PP dan dalam keadaan emosi, sebut Niel, ia menghampiri dan bertanya ‘Bapak darimana?’, dia jawab ‘Saya Satpol PP, kemudian Niel juga memperkenalkan dirinya ‘saya juga dari awak media, bisakah kita bicarakan baik-baik?’ ajak Niel.

“Kemudian pak Agus bilang sama saya ‘kalau kau dari wartawan, kau mau ancam saya?,” bentak Agus.

Niel menimpali ‘saya tidak mengancam Pak saya cuma bertanya’, kemudian Agus jawab dengan nada tinggi ‘saya tidak takut dengan wartawan’, Niel pun mengulangi perkataannya ‘saya bilang Pak bisaka kita bicara baik-baik jangan terlalu arogan’.

“Dia pun langsung menampar pelipis sebelah kiri saya dan mengatakan ‘apa kau bilang!’, dengan nada yang agak tinggi,” beber Niel.

Usai mengalami penganiayaan, Niel langsung menuju ke Polres Tana Toraja untuk melaporkan kejadian tersebut.

Setelah proses pelaporan selesai, Niel menuju ke RS Lakipadada untuk melakukan visum.

Sementara itu, Agus, Kabag Perundang-undangan Satpol PP Tana Toraja, yang diduga melakukan penganiayaan mengakui mendatangi dan menegur penjual di Tugu Peluru Makale karena suara musiknya dianggap mengganggu namun sempat menyangkal melakukan pemukulan.

“Saya memang mendatangi dan menegur penjual karena memutar musik keras-keras, Kalapas yang melapor ke saya. Memang sempat bersitegang namun saya tidak melakukan pemukulan,” ungkap Agus.

Meskipun Oknum Satpol PP ini tidak mengakui melakukan pemukulan namun korban mempunyai dua saksi yang membenarkan tindakan pemukulan tersebut.

Salah seorang saksi yang dikonfirmasi pasca kejadian membenarkan tindak pemukulan yang dilakukan oknum Satpol PP.

“Benar pak, dia menampar si Niel menggunakan tangan kanan, temanku juga yang perempuan jadi korban, didorong dua kali pas selesai menampar Niel,” ujar Ria.

Saksi lain yang juga menyaksikan pemukulan tersebut juga membenarkan dan ia juga mengaku sempat didorong oleh oknum tersebut saat mencoba melerai.

“Awalnya dia datang menanyakan pemilik jualan dan menegur kami dengan alasan kami memutar musik keras-keras. Tidak berselang lama Niel mendatangi Pak Satpol itu agar menegur secara beretika, namun Satpol tersebut tidak terima dan langsung menampar Niel. Saya juga sempat didorong dua kali karena melerai saat dia menampar teman saya,” ujar Nurlin.

Menurut pengakuan korban dan kedua saksi, Oknum Satpol PP yang diduga melakukan penganiayaan tersebut datang mengaku Satpol PP namun tidak mengenakan seragam. Datang seorang diri dengan mengendari mobil Dinas milik Satpol PP Tana Toraja.

Sementara itu Kasatpol PP Tana Toraja, Iwanto Siappa’, saat didatangi puluhan wartawan di ruangan kerjanya mengatakan telah akan melaporkan kejadian ini ke Sekda Tana Toraja untuk membicarakan perihal ini.

“Saya akan menghadap ke Pak Sekda untuk membicarakan soal ini karena ini adalah kewenangan Beliau,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan atas sikap arogansi yang dilakukan oleh bawahannya. Mewakili Kabag Perundang-undangan Satpol PP Tana Toraja ia mengucapkan permohonan maaf kepada para awak media.

“Saya sangat menyayangkan peristiwa ini dan selaku Kasat Pol PP, mewakili Pak Agus meminta maaf,” tandasnya.***
(Eric)

suarainv

Recent Posts

Bos Judol Rp3 Miliar Dibekuk Dittipideksus Mabes Polri, Aset Disikat!

  JAKARTA — Media Suarainvestigasi.com -  Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengungkap praktik…

22 jam ago

BK-LSM Pertanyakan Pengelolaan Dana CSR Di Kabupaten Lebak

  Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Badan Kerjasama Lumbung Sosialisasi Masyarakat (BK-LSM) Kabupaten Lebak, mempertanyakan…

1 hari ago

Beredar Informasi Penangkapan Penyeludupan Beras Raskin Bansos: Seret Nama Oknum Lurah Teluk Dalam, FARPKeN Sayangkan Polres Nisel Tidak Transparan

  Kabupaten Nias - Media Suarainvestigasi.com -Baru-baru ini beredar informasi penangkapan penyeludupan Beras Rastra/Bansos program…

1 hari ago

Trimen Harefa Kuasa Hukum Tersangka Dugaan Korupsi RSU Pratama Nias, Pertanyaan Dasar Kerugian Negara!

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Trimen Harefa, SH.,MH Kuasa Hukum tersangka JPZ dugaan korupsi pembangunan…

2 hari ago

Curhat Terakhir Bung Harun Sebelum Ditahan Polres Subang Bikin Heboh

  SUBANG — Media Suarainvestigasi.com - Sebuah video berisi curahan hati seorang wartawan mendadak viral…

4 hari ago

Kadis Pertanian Kabupaten Nias Tanggapi Soal Kelangkaan Pupuk, Terus Koordinasi Ke PT Pupuk Indonesia Percepatan Penyaluran

  Nias - Media Suarainvestigasi.com -Kelangkaan pupuk subsidi menjadi keluh kesah kerap menjadi kendala utama…

4 hari ago