Sempat Diberitakan Toko Kosmetik Menjual Obat Tramadol, Kini Ganti Modus Baru Menjadi Toko Kelontong Diduga Menjual Obat Tramadol

(setelah diberitakan menjadi toko kelontong yang diduga tetep menjual obat terlarang)

Lebak – Suarainvestigasi.com –Lagi dan lagi Kembali Marak penjualan Obat terlarang atau priskotropika jenis obat Eximer dan Tramadol secara ilegal dengan berkedok toko kosmetik sekarang jadi warung kelontong dikampung Lebakjambu, desa margajaya kecamatan cimarga kabupaten Lebak Saat Tim Investigasi Pada minggu 23 Januari 2022 Toko yang awalnya toko kosmetik menjual obat terlarang yang sempat diberitakan kini beralih menjadi toko kelontong diduga tetep menjual obat terlarang.

(Sebelom diberitakan Awal Toko Kosmetik Menjual Obat Terlang)

Sebagian Masyarakat merasa terusik akan bahaya dan dampak dari anak-anak muda yang mengkonsumsi obat tersebut.

Berdasarkan pantauan Tim Investigasi Khusus Pemburi ilegal Cabang Lebak yang tergabung dari beberapa media online di antaranya media infoxpos.com , fokuslensa.com Dan Suarainvestigasi.com Kembali mendapatkan info dilapangan tentang aktivitas salah satu toko warung kelontong diduga konsumennya rata-rata usia anak muda. Dan parahnya lagi salah satu toko kelontong yang berada dikampung lebakjambu berjualan di kawasan Warung masyarakat.

Saan mengkonfirmasih warga sekitar yang enggan diasebutkan namanya iya mengatakan, Itu kawasan warung rakyat, jangan lah berjualan begituan, kalau untuk jualan kopi mie roko dan lain lain sih tak masalah asal jangan berjualan obat-obatan terlarang yang merusak anak bangsa ,” ungkap salah satu warga yang tak mau disebutkan namanya.

Selain itu, menurutnya, peredaran obat tanpa resep dokter (Eximer dan Tramadol) dengan berkedok toko penjual warung kelontong semakin menjadi dan beredar luas dipelosok negeri indonesia seolah olah kebal hukum dan susah disentuh oleh hukum.

(barang bukti tramadol dan hexsimer saat Tim Mencoba membeli)

Peredaran obat tanpa resep dokter yang sering diperjualkan di toko-toko kosmetik beralih menjadi warung kelontong saat ini sangat meresahkan masyarakat. Ini dapat merusak generasi dan menimbulkan tidak kejahatan atau kriminal dilingkungan sekitar.

Sesuai aturan UU No 36 Tahu 2009 Tantang Kesehatan Pasal 196 menyatakan bahwa: “Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana paling Lama 10 ( Sepulu Tahun ) Denda Paling Banyak 1 Miliar Rupia

Dan Pasal 197 UU No 36 Tahu 2009 Tantang Kesehatan yang menyebutkan bahwa setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah)

Serta Pasal 60 UU No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika Ayat (1) Huruf c Berbunyi : Memproduksi Atau Mengedarjan priskotropika yang berupa obat yang tidak tetdaftar pada departemen yang bertanggung jawab dibidang kesehatan sebagai dimaksut dalam pasal 9 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (Lima belas ) tahun  penjara dan pidana denda paling banyak Rp 200 juta.

Masayarakat meminta kepada penegak hukum dibidang apapun agar segera mengusut warung menjual obat obatan terlarang, jangan adanya persolaan ini pihak terkait tutup mata, ada apa dengan semua ini.?

( Epi Tim )

suarainv

Recent Posts

Bos Judol Rp3 Miliar Dibekuk Dittipideksus Mabes Polri, Aset Disikat!

  JAKARTA — Media Suarainvestigasi.com -  Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengungkap praktik…

19 jam ago

BK-LSM Pertanyakan Pengelolaan Dana CSR Di Kabupaten Lebak

  Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Badan Kerjasama Lumbung Sosialisasi Masyarakat (BK-LSM) Kabupaten Lebak, mempertanyakan…

23 jam ago

Beredar Informasi Penangkapan Penyeludupan Beras Raskin Bansos: Seret Nama Oknum Lurah Teluk Dalam, FARPKeN Sayangkan Polres Nisel Tidak Transparan

  Kabupaten Nias - Media Suarainvestigasi.com -Baru-baru ini beredar informasi penangkapan penyeludupan Beras Rastra/Bansos program…

1 hari ago

Trimen Harefa Kuasa Hukum Tersangka Dugaan Korupsi RSU Pratama Nias, Pertanyaan Dasar Kerugian Negara!

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Trimen Harefa, SH.,MH Kuasa Hukum tersangka JPZ dugaan korupsi pembangunan…

2 hari ago

Curhat Terakhir Bung Harun Sebelum Ditahan Polres Subang Bikin Heboh

  SUBANG — Media Suarainvestigasi.com - Sebuah video berisi curahan hati seorang wartawan mendadak viral…

4 hari ago

Kadis Pertanian Kabupaten Nias Tanggapi Soal Kelangkaan Pupuk, Terus Koordinasi Ke PT Pupuk Indonesia Percepatan Penyaluran

  Nias - Media Suarainvestigasi.com -Kelangkaan pupuk subsidi menjadi keluh kesah kerap menjadi kendala utama…

4 hari ago