Categories: Tangerang Raya

Dinilai Lambat Atasi Bangli di Sungai Cisadane, FMCSC Kembali Surati Instansi Terkait


KABUPATEN TANGERANG, – Suarainvestigasi.com – Lambatnya penanganan yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Tangerang terkait penertiban bangunan liar (bangli) yang ada di bantaran Sungai Cisadane yang nantinya akan di jadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) membuat Forum Masyarakat Cinta Sungai Cisadane (FMCSC) geram dan kembali surati instansi terkait.

Kendati, FMCSC sebelumnya sudah melakukan dua kali Audiensi atau dengar pendapat bersama ketua DPRD Kabupaten Tangerang dihadiri Dinas terkait dan para stakeholder hingga saat ini belum juga ada tindakan.

“Karena tidak adanya tindakan penertiban hingga saat ini yang dilakukan oleh pemda kabupaten tangerang, akhirnya kita kembali menyurati Dinas terkait dan kita datangi gedung DPRD untuk menanyakan usulan dari FMCSC sebelumnya.” Kata H Yusin Sueb ketua FMCSC kepada wartawan, Rabu (4/10/2023)

Dijelaskan Yusin, pada Audiensi pertama itu pada hari Selasa tanggal 13 Juni 2023 dan Audiensi kedua pada hari Selasa tanggal 4 Juli 2023, Selain itu juga FMCSC kembali melakukan rapat kordinasi bersama Dinas terkait dan para Stakeholder di Kantor Kecamatan Pakuhaji.

“Kita sudah melakukan dua kali Audiensi atau dengar pendapat bersama ketua Dewan dan Dinas terkait Serta rapat kordinasi yang dilakukan oleh Dinas Tata Ruang
dan Bangunan ( DTRB ) Kab. Tangerang dan pihak terkait yang di lakukan pada hari Kamis tanggal 8 Agustus 2023 di Aula Kecamatan Pakuhaji melibatkan para pemilik
bangunan liar di Bantaran Sungai Cisadane,” paparnya

Dari dulu kata Yusin, kami tau bahwa bantaran Sungai Cisadane otoritasnya pemerintah pusat. Tapi, kami sebagai masyarakat engga ingin melangkah terlalu jauh ke
pusat. Kan pemerintah paling dekat buat kami pemerintah kabupaten (pemkab).

“Cukuplah kami menuangkan aspirasi ke pemkab. Dan seyogyanya pemkab Tangerang
melanjutkan aspirasi dari warga,”
ujarnya.

Menurut Yusin Sueb, koordinasi dari
Pemkab Tangerang ke Pemerintah Pusat bisa dilakukan setiap saat. Tidak etis warga secara tiba-tiba ke Pemerintah Pusat.

“Kami ingin bantaran Sungai Cisadane dijadikan ruang terbuka hijau publik. Hal ini sepatutnya bukan sekedar keinginan
masyarakat, tapi kewajiban pemerintah menjaga kelestarian bantaran. Terlebih, era sekarang masyarakat susah mencari ruang terbuka hijau publik terdekat,
karena lahan itu dibuat seperti milik
pribadi oleh pemilik bangli,” imbuhnya.

Yusin juga menambahkan. Dalam rapat tersebut, Pemerintah memberi waktu kepada pemilik bangunan liar di Bantaran Sungai Cisadane untuk melakukan pembongkaran secara mandiri bangunan milik nya tersebut. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan juga dan ini harus ada penyikapan dari pemda Kabupaten Tangerang.

“Terkait perihal diatas Kami dari forum Masyarakat Cinta Sungai Cisadane ( FMCSC ) mohon agar DPRD Kab. Tangerang melakukan pemanggilan kepada pihak dinas terkait yakni, Dinas Tata Ruang dan Bangunan, Satpol PP Kab. Tangerang, Bina Marga Kab. Tangerang serta yang lainnya untuk didengarkan laporan terkait lambatnya penanganan penertiban bangunan liar yang ada di bantaran sungai Cisadane yang berada di Desa Kalibaru Desa Gaga Kec. Pakuhaji Kab. Tangerang.”tukasnya

Dikatakan Yusin, Apa bila dalam waktu 7 hari tidak di lakukan pemanggilan terhadap Dinas terkait, FMCSC akan mengambil langkah tegas.

“Kami dari Forum Masyarakat Cinta Sungai Cisadane ( FMCSC ) akan melakukan aksi demo.” pungkasnya

Sumber : Hiwata/Sr
Editor/Penerbit : Redaksi

suarainv

Recent Posts

Bos Judol Rp3 Miliar Dibekuk Dittipideksus Mabes Polri, Aset Disikat!

  JAKARTA — Media Suarainvestigasi.com -  Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengungkap praktik…

14 jam ago

BK-LSM Pertanyakan Pengelolaan Dana CSR Di Kabupaten Lebak

  Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Badan Kerjasama Lumbung Sosialisasi Masyarakat (BK-LSM) Kabupaten Lebak, mempertanyakan…

18 jam ago

Beredar Informasi Penangkapan Penyeludupan Beras Raskin Bansos: Seret Nama Oknum Lurah Teluk Dalam, FARPKeN Sayangkan Polres Nisel Tidak Transparan

  Kabupaten Nias - Media Suarainvestigasi.com -Baru-baru ini beredar informasi penangkapan penyeludupan Beras Rastra/Bansos program…

1 hari ago

Trimen Harefa Kuasa Hukum Tersangka Dugaan Korupsi RSU Pratama Nias, Pertanyaan Dasar Kerugian Negara!

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Trimen Harefa, SH.,MH Kuasa Hukum tersangka JPZ dugaan korupsi pembangunan…

2 hari ago

Curhat Terakhir Bung Harun Sebelum Ditahan Polres Subang Bikin Heboh

  SUBANG — Media Suarainvestigasi.com - Sebuah video berisi curahan hati seorang wartawan mendadak viral…

3 hari ago

Kadis Pertanian Kabupaten Nias Tanggapi Soal Kelangkaan Pupuk, Terus Koordinasi Ke PT Pupuk Indonesia Percepatan Penyaluran

  Nias - Media Suarainvestigasi.com -Kelangkaan pupuk subsidi menjadi keluh kesah kerap menjadi kendala utama…

4 hari ago