Categories: Wisata

Pendakian Gunung Gede – Pangrango Akan di Tutup 10 Hari Kedepan

Cianjur – Suara Investigasi –Tempat Pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu kawasan taman nasional yang cukup dikenal di Indonesia. Kawasan ini berada di tiga wilayah Kabupaten, yaitu Cianjur, Sukabumi dan Bogor.

Peminat masyarakat Terutama Para Pencinta Pendaki terhadap aktivitas pendakian di TNGGP sangat tinggi. Lokasi yang strategis serta mudahnya aksesibilitas sangat mendukung semakin meningkatnya animo masyarakat untuk melakukan pendakian Di Gunung Gede Pangrango.

Sayangnya, pada Agustus mendatang jalur pendakian tersebut akan ditutup sementara selama sepuluh hari kedepan, terhitung sejak tanggal 12 Agustus hingga 21 Agustus 2019.

Alasan penutupan itu tertuang dalam surat edaran yang ditujukan pada masyarakat atau pendaki. Berdasarkan prakiraan musim kemarau tahun 2019 oleh BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), dinyatakan bahwa bulan Agustus adalah puncak kemarau di Pulau Jawa.

 

Khususnya, puncak kemarau bagi Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Bogor. Oleh karenanya, ramalan BMKG ditindaklanjuti BBTNGGP dengan menutup jalur pendakian.

“Banyaknya para pendaki ke TNGGP menjadikan kurang kontrol dari pihak balai. Oleh karena itu, rencana penutupan sementara pun akan kami lakukan. Selain daripada cuaca ekstrem yang kini tengah terjadi di kawasan Gunung Gede Pangrango,” kata Kepala Seksi Bidang Pelayanan dan Pemanfaatan TNGGP, Sahyudin saat dikonfirmasi, Selasa (2/7).

Iya mengatakan, selain dari penutupan jalur pendakian akibat cuaca yang cukup ekstrim, juga pihaknya akan melakukan operasi bersih (opsih) yang melibatkan seluruh karyawan TNGGP.

“Kami sudah menerbitkan surat edaran, dan nanti juga akan dipasang semacam spanduk penutupan jalur di tempat-tempat atau pintu masuk para pendaki,” Jelasnya.

Selain itu, lanjut Sahyudin, pihak Balai Besar TNGGP juga akan memberikan peringatan kepada para pendaki yang memang ingin tetap melakukan pendakian. Baik berupa sanki untuk melakukan opsih bersama, maupun tindakan tegas bagi para pendaki tersebut.

“Jika misalkan ada pendaki yang keukeuh (bersikukuh, red) ingin melakukan pendakian pada waktu penutupan, maka kami akan berikan sanksi tegas,” ucarnya.

Sanksi yang akan didapat bagi para pendaki yang melanggar ketentuan tersebut, diantaranya akan dikenakan sanksi berupa denda membayar dua kali lipat harga tiket. Selain itu, pihak Balai Besar pun sangat mengimbau kepada para pendaki agar tetap mematuhi aturan yang berlaku di TNGGP.

“Jangan sampai ketika ada aturan penutupan nanti, calon pendaki tetap saja melakukan kegiatan tersebut, walaupun dengan alasan apapun,” Pangkasnya.

Wartawan : Fitri Sundari
suarainv

Recent Posts

Manasik Haji Anak TK di Asrama Haji Picu Kemacetan, Warga Keluhkan Akses Jalan Tertutup

  TANGERANG  -  Media Suarainvestigasi.com - Kegiatan manasik haji anak Taman Kanak-kanak (TK) yang digelar…

1 hari ago

Dugaan Pengeroyokan “SADARMAN LASE” Dipekan Sisarahili Bawolato, Terlibat Oknum Guru Jemaat BNKP Luahazuani!

  Nias - Media Suarainvestigasi.com -Dugaan pengeroyokan terhadap Sadarman Lase di Pekan Sisarahili, Kecamatan Bawolato,…

1 hari ago

Sebut Untuk Kepentingan Publik Kajari Kota Tangerang Jawab Pemberitaan Terkait Rp 246 Miliar

  Tangerang - Media Suarainvestigasi.com - Sempat menjadi perhatian publik, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang…

3 hari ago

Satlantas Polres Nias Gelar Operasi Gabungan Sadar Pajak Kendaraan, Puluhan Kendaraan Terjaring

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nias bersama UPTD Samsat, Polisi…

3 hari ago

Satlantas Polres Nias dan UPTD Samsat Gunungsitoli Gelar Razia Operasi Sadar Pajak Kendaraan Bermotor

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Satlantas Polres Nias bersama UPTD Samsat Gunungsitoli, gelar razia Operasi…

5 hari ago

Miris..!!Dinas PUPR provinsi Banten Diduga buat papan proyek penyesatan informasi publik

  Tangerang— Media Suarainvestigasi.com -  Miris! Proyek pembangunan konektivitas ruas Jalan Poros Kemiri yang bersumber…

1 minggu ago