Gunungsitoli – Media Suarainvestigasi.com –Aktivitas penimbunan lahan kosong Kantor Rektorat Universitas Nias di Jalan Pancasila No.10 Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli mengganggu warga dan membahayakan pengendara, keluhan tersebut disampaikan warga, Jumat (10/04/2026).
Keluhan warga bukan tidak berdasar, akibat mobil dump truk pengangkut tanah galian C timbunan Kantor Rektorat Universitas Nias (Unias) berserakan di badan jalan Pancasila, tepat pada hari ini Kota Gunungsitoli diguyur hujan deras akibatnya jalan berlumpur dan licin membahayakan pengendara.
“Proyek tersebut mengotori badan jalan dan menimbulkan debu pekat ketika musim kemarau dan membuat jalan licin ketika hujan akibatnya beresiko membahayakan pengendara, bisa terjatuh dan menimbulkan tabrak kan sesama pengendara,” ungkap kesal Ama Carla Zebua.
Warga menjelaskan proyek tersebut baru dimulai Jumat (10/04/2026), tetapi sudah terlihat dampak signifikan, diperkirakan mungkin lebih parah lagi beberapa hari kedepan pengumpul tanah yang berserak di jalan hanya satu orang, adanya indikasi pelaksana aktivitas proyek tersebut mengabaikan kenyamanan warga serta dampak resiko fatal kepada pengendara di jalan raya.
“Kami berharap Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) untuk segera memberikan teguran kepada pelaksana kegiatan, mengingat jalan Pancasila merupakan jalan alternatif padat dilalui masyarkat berbagai aktivitas, terutama di pagi hari jalan tersebut umumnya dilewati pegawai menuju Kantor masing dan anak sekolah dan sebaliknya pulang,” kata warga.
Hampir seluruh jalur jalan pancasila dari Kantor Rektorat Universitas Nias di tepat depan Kantor Pengadilan Negeri Gunungsitoli menuju Afilaza dan Honu tampak menguning akibat sisa tanah timbun yang berceceran. Kondisi ini membuat arus lalu lintas terganggu, terutama bagi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki yang melintas di kawasan padat tersebut.
Dari pantauan Suarainvestigasi.com, tidak tampak petugas yang membersihkan tumpahan tanah timbun di sepanjang jalan tersebut justru adanya pembiaran pihak pelaksana aktivitas tidak mempedulikan kesehatan warga setempat dan resiko yang menimbulkan dampak bagi pengendara pengguna jalan raya.
“Terlihat di badan jalan, gumpalan tanah, kerikil kecil dan hingga batu yang dapat membuat pengendara terjatuh atau tergelincir seketika, bila tidak melihat benda-benda beresiko tersebut.
Harapan warga pihak pelaksana terkait segera menindaklanjuti keluhan tersebut dan memastikan kegiatan penimbunan dilakukan dengan memperhatikan keselamatan pengendara serta kenyamanan dan kesehatan masyarakat sekitar,” akhir kata warga.
Awak media ini telah mengkonfirmasi, Plt. Rektor Universitas Nias Delipiter Lase, SE., M.Pd terkait aktivitas dan keluhan warga tersebut, mengatakan sejak kemarin saya lagi di luar Daerah Pak.
“Saya sudah teruskan ke pelaksana pekerjaan,” ungkap Rektor Unias singkat melalui pesan WhatsApp.
(yosi)






