Gunungsitoli – Media Suarainvestigasi.com –Aksi demonstrasi di proyek revitalisasi SMAN Unggul Sukma Nias dipicu keberadaan sosok berinisial “EKO” diduga angkuh dan arogan mengaku sebagai Humas PT Razasa Karya selaku pemenang tender di proyek tersebut membuat aktifis dan masyarakat geram.
“Selama ini setiap kami datang ke lokasi proyek, beliau selalu berada di depan, mengaku sebagai humas perusahaan, menerima tamu, menjelaskan proyek revitalisasi, bahkan menyampaikan bahwa pekerjaan ini dipercayakan kepadanya untuk dikoordinasikan di lapangan,” ujar Helpin dalam orasinya.
Ketidakhadiran seorang pria berinisial “Eko” rambut gondrong ketika aksi demo berlangsung yang sebelumnya mengaku sebagai humas perusahaan PT Razasa Karya pelaksana proyek revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias menjadi salah satu sorotan tajam dalam aksi damai massa yang digelar Gerakan Aliansi Masyarakat Peduli Nias (GAMPNI), Jumat (03/07/206).
Dalam orasinya di depan gerbang proyek, Pimpinan Aksi GAMPNI, Helpin Zebua, mempertanyakan mengapa sosok yang selama ini disebut-sebut aktif menerima tamu dan memberikan penjelasan mengenai proyek justru tidak hadir, menghilang ketika masyarakat datang secara resmi untuk menyampaikan aspirasi kepentingan umum.
Menurut Helpin, pada beberapa kunjungan sebelumnya, setiap kali ada masyarakat, aktivis, maupun jurnalis yang datang ke lokasi proyek untuk melakukan konfirmasi atau pemantauan, pria berinisial “Eko” rambut gondrong kerap tampil sebagai pihak pertama yang selalu menemui tamu dipintu masuk.
Bahkan, menurutnya, pria tersebut beberapa kali memperkenalkan diri sebagai humas perusahaan Razasa Karya dan menyampaikan berbagai penjelasan mengenai pelaksanaan proyek kepada setiap pengunjung.
Namun, lanjutnya, ketika masyarakat meminta untuk menemui aksi demo dan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai berbagai hasil pemantauan dilapangan, pria tersebut tidak muncul tidak berani memberikan penjelasan secara langsung kepada massa alias menghilang.
Menurut peserta aksi, pada saat dimintai informasi lebih lanjut mengenai sejumlah persoalan teknis proyek, pria berinisial “Eko” justru menyampaikan melalui perwakilan bahwa akan ada pihak lain yang memberikan penjelasan dan meminta masyarakat untuk menunggu pihak yang berwenang.
“Ketika diminta menjelaskan lebih jauh, beliau mengatakan nanti ada pihak lain yang akan menjelaskan. Tetapi sampai aksi damai dilaksanakan, pihak yang dijanjikan tidak pernah hadir, bahkan beliau sendiri juga tidak muncul,” kata Helpin.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kekecewaan peserta aksi. Mereka menilai, apabila sebelumnya seseorang telah berperan sebagai penghubung atau menyampaikan informasi kepada masyarakat atas nama perusahaan, maka pada saat aksi damai berlangsung sudah semestinya ada perwakilan perusahaan yang hadir untuk menerima aspirasi dan memberikan penjelasan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, hingga aksi berakhir tidak terlihat kehadiran pria berinisial “Eko”. Tidak tampak pula perwakilan PT Razasa Karya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), manajemen konstruksi, maupun konsultan pengawas yang menerima peserta aksi.
Padahal, menurut peserta aksi, kehadiran pihak-pihak tersebut sangat diperlukan agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung melalui dialog yang terbuka dan konstruktif.
Ketiadaan perwakilan perusahaan di lokasi akhirnya menjadi salah satu faktor yang memicu kekecewaan massa. Situasi kemudian berkembang menjadi tegang setelah muncul seorang pria yang mengaku sebagai warga setempat dan terlibat adu argumen dengan peserta aksi, sebelum akhirnya diamankan oleh personel Polres Nias.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provsu Wilayah XIII Gunungsitoli, Agustinus Halawa, yang hadir di lokasi menyampaikan bahwa tidak hadirnya pihak perusahaan maupun unsur pelaksana proyek selama aksi berlangsung akan menjadi bahan laporan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum memperoleh konfirmasi dari pria berinisial “Eko” maupun dari PT Razasa Karya mengenai alasan ketidakhadiran mereka pada saat aksi damai berlangsung. Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak terkait apabila telah diperoleh.
(yosi)
LEBAK - Media Suarainvestigasi.Com - Sikap tidak kooperatif ditunjukkan oleh manajemen PT Bukit Nusa…
Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan Kepala SDN 2 Jagaraksa,…
KOTA TANGERANG - Media Suarainvestigasi.com - Sebabkan kemacetan, Kepala UPT Asrama Haji Cipondoh atau…
TANGERANG - Media Suarainvestigasi.com - Kegiatan manasik haji anak Taman Kanak-kanak (TK) yang digelar…
Nias - Media Suarainvestigasi.com -Dugaan pengeroyokan terhadap Sadarman Lase di Pekan Sisarahili, Kecamatan Bawolato,…
Tangerang - Media Suarainvestigasi.com - Sempat menjadi perhatian publik, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang…