Categories: Daerah

Revitalisasi SMAN Sukma Unggulan Nias Bermanfaat Untuk Kepulauan Nias Bukan Hanya Untuk Segelintir Warga, Jangan Memelintir Kritik Mutu

 

Gunungsitoli – Media Suarainvestigasi.com –Pimpinan Aksi Gerakan Masyarakat Peduli Nias (GAMPNI), Helpin Zebua, meminta agar substansi aksi damai yang dilaksanakan pada Jumat (03/07/2026) agar oknum tidak mempersepsikan sebagai bentuk penolakan terhadap pembangunan Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias.

Menurut Helpin, aksi yang digelar GAMPNI sejak awal bertujuan mendukung pembangunan agar berjalan sesuai ketentuan, memenuhi spesifikasi teknis, serta menghasilkan bangunan yang berkualitas dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh seluruh generasi penerus masyarakat Kepulauan Nias.

“Kata Helpin, saya meminta kepada para oknum tertentu jangan mengubah narasi aksi damai ini menjadi seolah-olah sebuah aksi penolakan pembangunan. Tujuan kami bukan menghentikan pembangunan tersebut, tetapi mengawal agar pembangunan dilakukan dengan baik, transparan, dan menghasilkan mutu yang terbaik dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Helpin tegas.

Ia mengatakan bahwa munculnya sejumlah pemberitaan statement segelintir oknum tertentu yang jelas hanya menampilkan apresiasi atau dukungan terhadap pembangunan dari sebagian narasumber telah memunculkan persepsi buruk yang berbeda di tengah masyarakat mengenai tujuan aksi yang sebenarnya.

Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap pembangunan sah-sah saja merupakan hal yang positif. Namun, ia berpendapat bahwa hal tersebut tidak boleh mengaburkan fungsi pengawasan masyarakat diberbagai elemen terhadap proyek yang menggunakan anggaran publik.

“Kami tidak pernah mengajak masyarakat untuk menolak pembangunan revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias. Yang kami perjuangkan adalah kualitas dari pembangunan. Dukungan terhadap pembangunan dan pengawasan terhadap pelaksanaannya bukanlah dua hal yang saling bertentangan,” ujarnya Helpin.

Helpin juga mempertanyakan apabila manfaat Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias hanya dipersepsikan berdasarkan pandangan picik masyarakat di sekitar lokasi proyek tentu ini menjadi salah satu perbedaan pendapat yang sangat jauh.

“SMAN Unggulan Sukma Nias adalah sekolah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. Sekolah ini bukan hanya untuk masyarakat di sekitar lokasi proyek tersebut, tetapi untuk seluruh generasi penerus masyarakat Kepulauan Nias yang akan memanfaatkan layanan pendidikan disana sesuai harapan orangtua bagi anak-anaknya,” katanya.

Karena itu, lanjut Helpin, pengawasan terhadap mutu pekerjaan juga merupakan kepentingan seluruh masyarakat, bukan hanya masyarakat yang tinggal di sekitar proyek yang dapat memberikan tanggapan sepihak, menghalangi pendapat orang lain dan membatasi aspirasi umum.

“Kalau bangunannya nanti selesai, yang menikmati manfaatnya adalah masyarakat Kepulauan Nias. Tetapi kalau suatu saat muncul persoalan akibat dari mutu bangunan yang tidak sesuai, dampaknya tentu juga akan dirasakan oleh masyarakat Kepulauan Nias. Oleh sebab itu, pengawasan terhadap kualitas pembangunan merupakan tanggung jawab kita bersama,” cetusnya.

Ia menjelaskan bahwa selama aksi damai, GAMPNI menyampaikan sejumlah tuntutan yang berfokus pada peningkatan kualitas proyek, antara lain transparansi penggunaan material, jaminan bahwa material memenuhi standar mutu dan telah melalui pengujian sesuai ketentuan, keterbukaan struktur organisasi pelaksana proyek, peningkatan pengawasan oleh instansi terkait, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Menurut Helpin, tidak ada satu pun tuntutan yang meminta agar proyek dihentikan.

“Silakan pembangunan terus berjalan, tetapi jangan abaikan mutu, kualitas, dan transparansi. Kami mendukung pembangunan yang berkualitas, bukan pembangunan yang sekadar selesai dikerjakan,” cetusnya.

Ia berharap ruang publik tetap memberikan tempat bagi berbagai sudut pandang secara berimbang sehingga masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai tujuan aksi damai tersebut.

“Jangan sampai fokus masyarakat hanya diarahkan pada apresiasi saja terhadap pembangunan, sementara fungsi pengawasan terhadap mutu dan kualitas bangunan tidak berjalan menjadi kabur. Dukungan dan pengawasan harus berjalan bersama, karena keduanya sama-sama bertujuan menghadirkan pembangunan yang berkualitas dan dapat dipertanggung jawabkan kepada publik hasilnya,” Helpin mengakhiri.

(yosi)

suarainv

Recent Posts

Mangkir dari Musdesus, PT.BNIP Diduga Serobot Tanah Kas Desa Curugbadak Lebak Tanpa Dokumen Sah

  LEBAK - Media Suarainvestigasi.Com  - Sikap tidak kooperatif ditunjukkan oleh manajemen PT Bukit Nusa…

11 jam ago

JADI SOROTAN KEPALA SDN 2 JAGARAKSA AKUI JABAT SEKRETARIS BPD, DINAS TERKAIT DIMINTA TELAAH ATURAN

  Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan Kepala SDN 2 Jagaraksa,…

14 jam ago

Jadi Penyebab Kemacetan, Kepala UPT Asrama Haji Grand El Hajj Minta Maaf Kewarga Perumahan dan Masyarakat Cipondoh Akui Over Kapasitas

  KOTA TANGERANG - Media Suarainvestigasi.com - Sebabkan kemacetan, Kepala UPT Asrama Haji Cipondoh atau…

3 hari ago

Manasik Haji Anak TK di Asrama Haji Picu Kemacetan, Warga Keluhkan Akses Jalan Tertutup

  TANGERANG  -  Media Suarainvestigasi.com - Kegiatan manasik haji anak Taman Kanak-kanak (TK) yang digelar…

5 hari ago

Dugaan Pengeroyokan “SADARMAN LASE” Dipekan Sisarahili Bawolato, Terlibat Oknum Guru Jemaat BNKP Luahazuani!

  Nias - Media Suarainvestigasi.com -Dugaan pengeroyokan terhadap Sadarman Lase di Pekan Sisarahili, Kecamatan Bawolato,…

5 hari ago

Sebut Untuk Kepentingan Publik Kajari Kota Tangerang Jawab Pemberitaan Terkait Rp 246 Miliar

  Tangerang - Media Suarainvestigasi.com - Sempat menjadi perhatian publik, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang…

6 hari ago