Gunungsitoli – Media Suarainvestigasi.com –Peringatan detik-detik Proklamasi dan Pengibaran Sang Merah Putih dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT KEMRI) Ke-81 Tahun 2026 di alun-alun Kota Gunungsitoli, menuai sorotan tajam dan kritikan publik diberbagai sudut pandang berbeda, Rabu (19/08/2026).
Peringatan detik-detik proklamasi dan Pengibaran Sang Merah Putih dalam rangka HUT Kemri Ke-81 sudah dilaksanakan di alun-alun Kota Gunungsitoli dengan penuh khidmat. Antusias warga begitu tinggi untuk menyaksikan upacara kemerdekaan berbondong-bondong untuk hadir, namun menyisakan luka mendalam bagi ibu-ibu yang berkunjung.
Sorotan tajam dan kritikan pedas publik muncul, bukan tidak berdasar, sebuah cuplikan vidio viral dimedia sosial seorang oknum Panitia HUT Kemri Ke-81 berinisial AH mengusir ibu-ibu yang sedang duduk dikursi alun-alun Kota Gunungsitoli.
Sikap tidak terpuji panitia mengusir warga tersebut mendapat protes keras dari para ibu-ibu. Kejadian itu ditanggapi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial EZ ASN berbaju kopri yang berada dilokasi memberikan arahan kepada Panitia HUT untuk tidak bersikap kasar mengusir warga yang sedang duduk menanti detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung di alun-alun Kota Gunungsitoli.
Oknum Panitia HUT terlihat berlagak sopan santun terus melanjutkan pengusiran bagi warga karena panitia tidak menghiraukan arahan yang baik untuk tidak mencederai hati masyarakat di momen kemerdekaan, mulai memanas, ASN berbaju Kopri mengambil tindakan. Ia menegur oknum panitia berjas tersebut dengan tegas karena dinilai arogan dan telah melaksanakan tugas diluar kewenangan memicu keributan.
“Kamu punya etika jangan kamu mengganggu. Ini hari kemerdekaan kalau masalah kursi banyak kursi lain tidak miskin Pemerintah Kota Gunungsitoli soal kursi. Jangan membuat keributan disini biarkan warga duduk di kursi tersebut,” tegas ASN itu.
Insiden arogansi Panitia HUT melukai hati rakyat di momen peringatan hari lahir Bangsa Indonesia yang menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para pahlawan, merayakan kemerdekaan, serta merefleksikan nilai-nilai perjuangan dalam mengisi pembangunan nasional. Vidio perdebatan tersebut di upload oleh seorang Konten Kreator di Beranda Facebook, berbagai tanggapan miring pun muncul dikolom komentar ada yang buli EZ (ASN) membenarkan AF (Panitia) dan sebaliknya.
Ketika EZ (ASN) diwawancarai awak media di kantornya, Rabu (19/07/2026) terkait insiden tersebut menerangkan, pokok permasalahan dipicu beberapa jam sebelum detik-detik proklamasi dimulai se-kumpulan ibu-ibu dan anak-anak sedang duduk di dalam tribun sebelah kanan untuk menyaksikan jalannya Upacara Perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di alun-alun Kota Gunungsitoli.
“Tiba-tiba datang seseorang diduga oknum panitia berjas hitam berdasi merah ala Paspampres mengusir ibu-ibu yang sedang duduk dikursi plastik merah pada tribun sebelah kanan alun-alun, atas tindakan oknum panitia tersebut para ibu-ibu yang sedang duduk tidak terima mereka diawaskan dari kursi yang sedang mereka duduki dan langsung komplain kepada oknum panitia tersebut, dengan mengatakan “Mengapa bukan dari tadi kami dilarang duduk disini lalu kami duduk dimana, dan lagi pula kursi yang saya duduki ini, saya yang ambil dari sana bukan yang kian ada disini,” ungkapnya.
Saya juga sedang berdiri disamping kanan tribun melihat situasi tidak kondusif akibat tindakan oknum panitia mengundang keributan berpotensi mengganggu jalanya Upacara detik-detik Perayaan HUT Kemri Ke-81, saya menegur oknum panitia ala paspampres tersebut yang melaksanakan tugasnya telah melampaui batas kewenangannya.
“Seharusnya panitia tidak bersikap seperti itu menciderai hati masyarakat, semua berhak menyaksikan momen HUT Kemri kursi dilokasi banyak tersedia lokasi pun memadai,” tegas ASN EZ.
Aksi pengusiran warga tersebut kini publik menanti sikap tegas (Walikota) selaku Pimpinan Daerah dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Gunungsitoli yang mempunyai tugas membantu Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota) dalam melaksanakan urusan pemerintahan di bidang kesatuan bangsa, pembinaan ideologi pancasila, politik dalam negeri, serta penangan konflik sosial diwilayah daerah.
Hingga berita ini disusun awak media telah mengkonfirmasi oknum panitia HUT berinisial AH namun tidak merespon memilih diam alias bungkam. Kaban Kesbang Pol Kota Gunungsitoli, mengarahkan media untuk mengkonfirmasi Kabag Bidang Protokol terkait persoalan tersebut.
(yosi)






