Kabupaten Tangerang – Media Suarainvestigasi.com – Pengerjaan halaman (hotmix ) di depan Kantor Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, kembali menjadi sorotan. Baru beberapa minggu selesai dikerjakan, permukaan jalan tersebut terlihat mulai rusak dan mengelupas.
Tak hanya itu, hasil pekerjaan juga diduga mengalami perubahan warna. Material yang seharusnya berwarna hitam justru terlihat memutih pada seluruh lapangan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas material serta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis.
Saat dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak Kecamatan Rajeg, petugas pelayanan menyampaikan bahwa pejabat yang hendak ditemui sedang tidak berada di kantor.
“Pak Kasi enggak ada, Pak. Lagi tugas di luar,” ujar petugas pelayanan Kecamatan Rajeg.
Humas FWJ Indonesia Provinsi Banten, Mansyur, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius.
“Kalau memang pekerjaannya seperti itu, berarti kualitas hotmixnya memang tidak sesuai speak. Kami berharap pihak Kecamatan Rajeg dapat merespons masyarakat yang mempertanyakan pekerjaan maupun anggaran tersebut dengan baik, karena kecamatan sebagai pengguna anggaran harus mampu memberikan penjelasan secara transparan,” tegas Mansyur.
Mansyur juga berharap Inspektorat maupun BPK melakukan audit secara menyeluruh terhadap anggaran Kecamatan Rajeg.
“Kami berharap Inspektorat maupun BPK dapat mengaudit secara menyeluruh anggaran Kecamatan Rajeg. Jangan sampai uang negara digunakan untuk pekerjaan yang kualitasnya dipertanyakan,” jelasnya.
Kerusakan dalam waktu relatif singkat patut menjadi perhatian pihak terkait. Pemeriksaan terhadap ketebalan, material, komposisi campuran, hingga kesesuaian pekerjaan dengan RAB dan spesifikasi teknis dinilai penting untuk memastikan pekerjaan benar-benar sesuai ketentuan.
Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian, pihak yang bertanggung jawab harus diminta memberikan pertanggungjawaban dan melakukan perbaikan sesuai aturan.
Sampai berita ini diterbitkan pihak kecamatan ataupun pelaksana belum memberikan klarifikasi.
( muhtarudin)






