Gunungsitoli – Media Suarainvestigasi.com –Sebuah insiden dugaan penganiayaan yang terjadi ditengah berlangsungnya pesta pernikahan adat di Dusun III, Desa Somi Botogo’o, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias. Peristiwa tersebut menyeret nama seorang oknum Kepala Dusun III Netemburune berinisial JM yang disebut ikut terlibat dalam keributan yang berujung pada luka terhadap dua orang korban berinisial AZ dan AL. Kamis (21/05/2026).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula ketika korban HZ sedang duduk di atas panggung acara bersama beberapa orang lainnya. Saat itu, acara pesta keluarga masih berlangsung dan dipandu oleh pembawa acara yang diketahui merupakan kakak kandung HZ berinisial AZ.
Di tengah suasana pesta, HZ tiba-tiba dituduh oleh beberapa pemuda setempat sebagai pihak yang diduga membuat keributan pada hari sebelumnya. Namun HZ membantah tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa dirinya baru hadir pada hari Kamis, sedangkan keributan yang dituduhkan disebut terjadi pada hari Rabu.
AZ yang berada di lokasi juga disebut sempat membenarkan bahwa HZ memang tidak hadir pada hari yang dipersoalkan. Akan tetapi, situasi justru memanas setelah beberapa orang yang berada di sekitar HZ diduga terus memaksa korban untuk mengakui tuduhan tersebut.
Keributan pun pecah di atas panggung pesta. HZ diduga dikeroyok oleh beberapa orang, termasuk seorang oknum Kepala Dusun III Netemburune Desa Somi Botogo’o berinisial JM bersama beberapa pihak lainnya.
Akibat kejadian tersebut, korban HZ mengalami sejumlah luka, di antaranya luka sayatan pada lengan kanan bagian belakang, benjolan pada leher, serta bengkak pada tangan kanan dan kaki kiri bagian tulang kering.
Tidak hanya HZ, ayah kandungnya yang berinisial AL juga disebut turut menjadi korban pemukulan saat mencoba melerai pertikaian tersebut dilokasi kejadian. Menurut keterangan, AL sempat terjatuh dan diduga masih mengalami pukulan ketika berada dalam posisi tersungkur.
Insiden tersebut menyebabkan suasana pesta adat berubah menjadi ricuh. Sejumlah kursi tamu yang telah ditata di halaman rumah dilaporkan berserakan akibat keributan yang meluas hingga ke halaman dan badan jalan.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena diduga melibatkan aparat lingkungan tingkat Dusun. Warga berharap aparat penegak hukum dapat menangani kasus tersebut secara objektif dan profesional agar penyebab pasti kejadian serta pihak yang bertanggung jawab dapat diungkap secara terang.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan keterlibatan oknum kepala dusun tersebut maupun perkembangan proses hukum atas peristiwa itu.
Peristiwa tersebut kini telah dilaporkan di Polres Nias oleh korban HZ di hari yang sama terdaftar register Nomor : STTLP/B/295/V/2026/SPKT/Polres Nias/Polda Sumatera Utara tertanggal 21 Mei 2026 terlapor Kadus III Netemburune, Desa Somi Botogo’o, Kecamatan Gido Kabupaten Nias, berinisial JM dan kawan-kawan (Dkk).
Hingga berita ini diterbitkan terlapor berinisial JM belum dapat dikonfirmasi, namun media ini memberikan ruang kakrifikasi penjelasan ulang untuk diterbitkan.
(yosi)
LEBAK - Media Suarainvestigasi.Com - Sikap tidak kooperatif ditunjukkan oleh manajemen PT Bukit Nusa…
Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan Kepala SDN 2 Jagaraksa,…
KOTA TANGERANG - Media Suarainvestigasi.com - Sebabkan kemacetan, Kepala UPT Asrama Haji Cipondoh atau…
TANGERANG - Media Suarainvestigasi.com - Kegiatan manasik haji anak Taman Kanak-kanak (TK) yang digelar…
Nias - Media Suarainvestigasi.com -Dugaan pengeroyokan terhadap Sadarman Lase di Pekan Sisarahili, Kecamatan Bawolato,…
Tangerang - Media Suarainvestigasi.com - Sempat menjadi perhatian publik, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang…