Categories: Daerah

King Naga Ingatkan Jangan Ada yang Merasa Sutradara Atas Perdamaian Kasus Penculikan Aktivis Fam Fuk Jhong

 

Lebak – Media Suarainvestigasi.com – Tokoh pergerakan nasional, King Naga, angkat bicara mengenai penyelesaian kasus penculikan aktivis kemanusiaan Fam Fuk Jhong yang berakhir dengan perdamaian. King Naga memperingatkan dengan keras agar tidak ada oknum, kelompok, atau pihak tertentu yang mengklaim diri sebagai sutradara tunggal atau pahlawan di balik layar atas tercapainya perdamaian tersebut. Rabu 2 September 2026

“Menurutnya, keberhasilan penyelesaian kasus ini murni merupakan hasil dari tekanan hebat dan solidaritas kompak dari seluruh elemen aktivis yang bergerak bersama tanpa lelah.

“Jangan ada yang menepuk dada dan merasa paling berjasa menjadi sutradara dalam perdamaian ini. Ini bukan hasil kerja individu atau lobi-lobi elit di ruang gelap. Ini adalah kemenangan mutlak dari gerakan kolektif aktivis yang begitu solid, militan, dan konsisten menyuarakan keadilan untuk Fam Fuk Jhong,” tegas King Naga dalam keterangan tertulisnya.

Dahsyatnya arus tekanan dari gelombang solidaritas aktivis dan masyarakat luas terbukti membuat pihak lawan tidak berkutik. Ketegasan gerak satu komando ini memaksa kelompok penekan, yang dikenal sebagai jawara, tunduk dan mengakui kesalahan. Puncaknya, proses rekonsiliasi ditandai dengan momen dramatis di mana sang jawara mencium tangan sebagai simbol penghormatan dan permohonan maaf, serta kewajiban membayar kompensasi senilai ratusan juta rupiah kepada korban.

King Naga menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga bagi siapapun. Kekuatan intimidasi fisik dan premanisme akan selalu kalah ketika berhadapan dengan persatuan rakyat yang terorganisir. Ia juga meminta seluruh aktivis untuk tetap merapatkan barisan dan tidak terpecah belah oleh klaim sepihak dari para pencari panggung.

“Perdamaian ini adalah bukti nyata bahwa jika aktivis kompak, tembok arogansi sekuat apa pun pasti akan runtuh. Uang kompensasi ratusan juta dan aksi cium tangan dari jawara itu adalah simbol takluknya intimidasi di hadapan persatuan kita,” pungkas King Naga.

( Epul/Tim )

suarainv

Recent Posts

Pembangunan Irigasi Yang Bersumber Dari Anggaran BKP Provinsi di Gunungsitoli Utara Mencapai Progres 45%

Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Sebagaimana tudingan sebelumnya tentang pemberitaan, bahwa pembangunan yang bersumber dari bantuan…

19 jam ago

Camat Parung Panjang Terkesan Tutup Mata, Lokasi Galian C Tak Kunjung Ditutup

  Tangerang - Media Suarainvestigasi.com - Janji Camat untuk menutup Tambang Galian C ilegal di…

20 jam ago

Humas FWJ Indonesia provinsi Banten meminta Audit proyek Revitalisasi SDN Serdang wetan Legok

  TANGERANG — Media Suarainvesrigasi.com - Proyek revitalisasi Satuan Pendidikan Direktorat Sekolah Dasar di SD…

2 hari ago

LSM Garuda Nasional Desak Bupati Nias Selatan, Segera Copot Pj Kepala Desa Suka Maju Mohili Diduga Gelapkan Bansos

  Nias Selatan - Media Suarainvestigasi.com -Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sumut Lembaga Swadaya Masyarakat…

6 hari ago

Aliansi AMPERA Nias Resmi Menetapkan Kepengurusan Baru, Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Hingga 2029

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Aliansi Massa Pergerakan Rakyat Nias (Ampera Nias) resmi menetapkan kepengurusan…

6 hari ago

Oknum ASN Nias Utara Terseret UU ITE Terlapor di Polres Nias, Menghina Profesi Jurnalis Saat Siaran Langsung

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Tidak terima profesinya dihina, Avril Laoli seorang jurnalis Kota Gunungsitoli…

7 hari ago