Categories: Daerah

Mirissss !!! Di Duga Upah Pekerja MBG Tiap Hari Di Potong Rp 10.000 Oleh Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab

Lebak – Media Suarainvestigasi.com – Keluhan datang dari sejumlah relawan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. tepatnya di block Bangkonol Para relawan mempertanyakan perubahan nominal upah harian yang dinilai tidak jelas dan diduga terjadi pengurangan tanpa penjelasan resmi dari pihak pengelola dapur MBG atau SPPG. Sabtu 23 Mei 2026

Menurut keterangan relawan, pada awal bekerja mereka menerima honor sebesar Rp100 ribu per hari. Setelah beberapa bulan berjalan, honor tersebut naik menjadi Rp120 ribu per hari. Namun belakangan, para relawan kembali mengeluhkan karena honor yang diterima justru turun menjadi Rp110 ribu per hari.

“Awalnya Rp100 ribu, lalu naik jadi Rp120 ribu. Tapi sekarang malah jadi Rp110 ribu lagi. Pertanyaannya, ke mana yang Rp10 ribu itu? Bagi kami uang segitu sangat berharga karena itu hasil keringat dan tenaga kami. Itu hak kami,” ungkap salah seorang relawan yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Para relawan berharap ada penjelasan transparan terkait perubahan nominal honor tersebut agar tidak menimbulkan dugaan adanya manipulasi atau pemotongan upah secara sepihak.

Mengetahui adanya keluhan tersebut, awak media kemudian mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak dapur MBG/SPPG Leuwidamar. Kepala dapur berinisial AI dihubungi untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan pengurangan honor relawan tersebut.

Namun sangat disayangkan, hingga berita ini diterbitkan, setelah lebih dari satu hari satu malam sejak upaya konfirmasi dilakukan, AI belum memberikan jawaban maupun tanggapan resmi. Sikap tersebut dinilai terkesan bungkam dan memicu tanda tanya di tengah para relawan.

Jika benar terjadi pengurangan honor tanpa dasar dan tanpa kesepakatan yang jelas, maka hal tersebut dinilai dapat mencederai semangat program sosial pemerintah yang seharusnya mengedepankan transparansi dan keadilan bagi para pekerja lapangan.

Publik pun mendesak agar pihak terkait, baik pengelola program MBG maupun instansi pengawas, segera turun tangan melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap sistem pembayaran honor relawan agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.

Selain itu, keterbukaan informasi mengenai mekanisme pengupahan dinilai penting agar tidak muncul dugaan adanya permainan anggaran ataupun pemotongan yang merugikan relawan di lapangan. Apalagi ini PROGRAM UNGGULAN/NASIONAL. Bapak Presiden Prabowo.

(Epul&Tim)

suarainv

Recent Posts

Penjaringan Perangkat Desa Ombolata Simenari Dituding Kebocoran Soal Ujian, RDPU Tuntut Adik Wakil Walikota Gunungsitoli Buktikan Dalilnya

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gunungsitoli melalui Komisi I…

1 jam ago

Warga Perumahan Cipondoh Lake View Kembali Keluhkan Listrik Sering Padam, Kampung Sebelah Tetap Menyala

  TANGERANG - Media Suarainvestigasi.com – Warga Perumahan Cipondoh Lake View (CLV) mengeluhkan pemadaman listrik…

8 jam ago

Polres Nias Buru Tersangka Penganiayaan “YULIAMAN BATE’E” Masuk Daftar Pencarian Orang!

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com - Polres Nias mengumumkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap seorang…

10 jam ago

Kejari Kota Tangerang Tetapkan Mantan Dirut Angkasa Pura Kargo sebagai Tersangka Korupsi

  *TANGERANG* – Media Fokuslensa.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menetapkan mantan Direktur Utama…

20 jam ago

Soal Kemacetan Manasik Haji di El Hajj Cipondoh, Panitia Sebut Kurangnya Komunikasi

  TANGERANG– Media Suarainvestigasi.com -  Panitia kegiatan peragaan manasik haji Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)…

20 jam ago

Mangkir dari Musdesus, PT.BNIP Diduga Serobot Tanah Kas Desa Curugbadak Lebak Tanpa Dokumen Sah

  LEBAK - Media Suarainvestigasi.Com  - Sikap tidak kooperatif ditunjukkan oleh manajemen PT Bukit Nusa…

2 hari ago