Gunungsitoli, suarainvestigasi.com –Muncul pengakuan Pemerintahan dan para Pengusaha di datangi oleh oknum yang mengaku dari Forum Aliansi Peduli Rakyat Kepulauan Nias (FARPKeN) meminta sumbangan kegiatan aksi demo di Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungsitoli, pada tanggal 22 April 2026 lalu.
Kejinya perlakuan para oknum tersebut memanfaatkan situasi dan momen aksi demo FARPKeN di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, membuat tim FARPKeN geram dan geleng-geleng kepala, Selasa (28/04/2026).
Tindakan hina memalukan tersebut dibantah keras oleh FARPKeN bukan instruksi dan persetujuan FARPKeN kepada para oknum untuk meminta-minta sumbangan simpatisan ke Pemerintah dan Pengusaha.
“Edwar Lahagu mengatakan bahwa kejadian tersebut bukan atas petunjuknya dan diluar tanggung jawab dirinya selaku Ketua FARPKeN. “Aksi demo di Kejaksaan Negeri Gunungsitoli pada tanggal 22 April 2026 kemaren dilaksanakan bukan bertujuan mengharapkan sumbangan simpatisan untuk mencari keuntungan,” tegas Edward.
Hal senada juga ditegaskan, Helpin Zebua Sekjen FARPKeN dan pias aksi demo di Kejari Gunungsitoli pada saat itu, menegaskan, bahwa kegiatan itu murni aksi spontanitas tidak ditunggangi oleh pihak lain serta tidak mengharap donatur simpatisan dari pihak mana pun.
“Aksi Damai dilaksanakan berdasarkan apa yang dirasa masyarakat ada ketimpangan perlakuan ketidak adil hukum di tubuh Kejari Gunungsitoli dalam penanganan kasus tindak pidana korupsi diduga tebang pilih tidak merata di perlakukan,” ungkap Helpin.
Kejadian tersebut diakui seorang ASN Cabang Pemprovsu yang ada di Gunungsitoli berinisial MPN, ada oknum menelpon dirinya mengaku melaksanakan aksi demo di Kejari Gunungsitoli dinakhodai FARPKeN dalam kegiatan tersebut diharapkan adanya dukungan sumbangan simpatisan katanya.
“Karena saya cukup kenal dengan FARPKeN saya ajak oknum tersebut untuk bertemu sekedar beli AQUA saya bantu, bukan mendukung aksi demo tetapi kebersamaan,” kata MPN.
Hal tersebut terungkap, ketika Helpin Zebua berkomunikasi kepada inisial MPN. “Oh iya bang saya sudah titip ke inisial NLE tadi ya sekedar kebersamaan untuk kegiatan aksi abang besok,” kata Helpin menirukan ucapan MPN tersebut.
Saya tegaskan kepada MPN bahwa oknum yang dimaksud bukan tim FARPKeN dalam kegiatan aksi demo di Kejari Gunungsitoli, “Saya tidak tau itu bang karena kita sudah saling kenal maka saya merespon,” cetus MPN.
Pernyataan yang sama juga disampaikan salah satu Kepala Dinas OPD di Kabupaten Nias berinisial TMA setelah di telpon oleh berinisial SZU terkait aksi demo tersebut.
“SZU menelpon saya menerangkan bahwa ada aksi demo di Kejari Gunungsitoli tentang penangan kasus tindak pidana korupsi, lalu meminta dukungan sumbangan di kegiatan tersebut dan telah saya transfer uang di rekening atas petunjuk inisial SZU,” ungkap Sediayaman Giawa Bendum FARPKeN menirukan ungkapan TMA.
Pengakuan yang sama juga disampaikan ASN yang membidangi PPK PU berinisial RSA, mengaku ditelpon berinisial NSG memohon simpatisan dukungan tentang aksi demo FARPKeN di Kejari Gunungsitoli, ungkapan itu diterangkan RSA kepada Wakil Ketua FARPKeN Yosi Aro Zebua saat berkomunikasi via pesan WhatsApp.
Menanggapi informasi itu, Ketua dan Sekjen FARPKeN menghimbau Pemerintah dan Pengusaha atau masyarakat untuk berhati-hati kepada oknum yang mengaku-ngaku bagian dari FARPKeN diharap bisa berkomunikasi dengan tim FARPKeN. “Ia menegaskan bahwa tidak pernah menyuruh tim untuk meminta sumbangan kepada Pemerintah dan Pengusaha atau masyarakat dalam kegiatan FARPKeN di Kejari Gunungsitoli.
“Kegiatan FARPKeN tidak ada meminta-minta sumbangan sebagaimana dimaksud. Jika ada para oknum mengatas namakan FARPKeN meminta sumbangan ketika itu benar, ada bukti, apalagi terkesan memaksa, maka kita siap melaporkan oknum tersebut bersama-sama ke APH,” kata Edwar dan Helpin.
Edwar dan Helpin mengapresiasi Pemerintah dan Pengusaha yang telah bersedia memberikan informasi kepada pihaknya persoalan ini akan ditelusuri dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,” ungkapnya tegas.
Oknum yang meminta-minta sumbangan tersebut diketahui saat ini viral ditengah-tengah para Aktifis di Kepulauan Nias, telah terbentuk sebagai wadah persatuan wartawan di salah satu tubuh APH baru-baru ini.
Hingga berita ini ditayangkan pihak oknum tersebut belum dapat dihubungi, namun awak media segera mengkonfirmasi kembali yang bersangkutan.
(yosi)
Suarainvestigasi.com-Kabupaten Tangerang | Warga Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, mengeluhkan terhambatnya pelayanan administrasi di…
Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Puluhan pengunjuk rasa mengatas namakan Forum Aliansi Peduli Rakyat Kepulauan…
Barito Utara - Media Suarainvestigasi.com -Aktivitas angkutan (hauling) batu bara yang melintasi jalan umum…
Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Terbenturnya beberapa para wartawan untuk mendapat Keterbukaan Informasi Publik (KIP)…
TANGERANG - Media Suarainvestigasi.com - Dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar…
Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKeN) melontarkan kritik tajam…