Categories: TNI-Polri

Sopir Curi Rp 245 Juta, Teddy Gunawan Desak Polisi untuk Segera Tuntaskan Kasus

Jakarta – Media Suarainvestigasi.com – Teddy Gunawan, seorang korban pencurian uang senilai Rp 245 juta oleh sopir pribadinya, Farid Nawawi, menyampaikan pengaduannya kepada awak media terkait lambannya penanganan kasus ini oleh pihak kepolisian. Kasus yang terjadi pada 4 April 2021 ini hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan meskipun telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Unit Cyber Crime.

Pada November 2021, Polda Metro Jaya mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan nomor DPO/AA/XI RES.2.5/2021/Ditreskrimsus atas nama Farid Nawawi. Namun, Teddy merasa kecewa karena tidak ada tindakan lebih lanjut dari pihak kepolisian dalam menangkap pelaku.

Karena ketidakpuasan atas kinerja polisi, Teddy memutuskan untuk melacak keberadaan pelaku secara mandiri melalui internet dan media sosial. Pada 13 Juli 2022, Teddy berhasil menemukan lokasi Farid Nawawi di Tuban, Jawa Timur, dan segera melaporkannya kepada penyidik. Namun, meskipun telah memberikan informasi yang sangat rinci, termasuk alamat, nomor telepon, dan lokasi GPS pelaku, tidak ada tindakan konkret dari kepolisian.

“Saya melaporkan keberadaan pelaku pada 13 Juli 2022. Namun hingga kini, tidak ada perkembangan berarti. Penyidik beberapa kali meminta data dan alamat pelaku kepada saya, tetapi hasilnya nihil. Pelaku masih belum tertangkap,” keluh Teddy kepada awak media pada Jum’at, (23/8/2024).

Kekecewaan Teddy semakin memuncak ketika pelaku sempat terlacak di Bojonegoro pada 27 Februari 2023. Meskipun Teddy sudah memberikan informasi lengkap kepada polisi, termasuk alamat terbaru pelaku yang tinggal bersama orang tuanya, upaya penangkapan oleh polisi kembali gagal karena pelaku diduga kabur lagi.

Teddy menilai penanganan kasus ini sangat berbeda dengan kasus-kasus lainnya yang cepat diungkap oleh pihak kepolisian, seperti penangkapan teroris oleh Densus 88 atau operasi tangkap tangan oleh KPK. “Saya sangat bingung dengan kinerja kepolisian RI. Padahal, semua data sudah saya sediakan dengan lengkap, tetapi polisi masih belum berhasil menangkap buron,” ujar Teddy.

Dalam pengaduannya, Teddy juga mengungkapkan kejanggalan lain, di mana pelaku sempat ditahan di Polda Metro Jaya pada November 2021, namun dilepaskan kembali dengan alasan kurangnya bukti. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar bagi Teddy, mengingat tiga penadah yang terkait dengan kasus tersebut sudah ditangkap dan dihukum lebih dari tiga tahun penjara.

“Saya tidak mengerti kenapa pelaku utama dilepas dengan alasan kurang bukti, sementara tiga penadah sudah ditangkap dan dihukum. Ini sangat tidak masuk akal,” kata Teddy.

Teddy berharap agar pengaduannya ini bisa menjadi masukan bagi pihak berwenang dan agar kasusnya segera diproses secara hukum. “Sebagai warga negara, saya hanya menginginkan keadilan. Saya berharap polisi segera menuntaskan kasus ini,” tutup Teddy.

( Sumber : Willy Matanews )

suarainv

Recent Posts

Status PLT Camat Panongan Dikeluhkan, Warga Sebut Pengurusan Surat Terkendala

  Suarainvestigasi.com-Kabupaten Tangerang | Warga Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, mengeluhkan terhambatnya pelayanan administrasi di…

4 hari ago

Massa FARPKeN & Gapernas Demo Kajari Gunungsitoli Tuntut Penanganan Korupsi Jangan Tebang Pilih dan Berikan Transparan Informasi Publik

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Puluhan pengunjuk rasa mengatas namakan Forum Aliansi Peduli Rakyat Kepulauan…

5 hari ago

Aktivitas Hauling Batu Bara: Rusak Infrastruktur, Warga Desa Sikui Desak Pemerintah Tertibkan

  Barito Utara - Media Suarainvestigasi.com -Aktivitas angkutan (hauling) batu bara yang melintasi jalan umum…

1 minggu ago

Waduh!!! Diduga Kajari Gunungsitoli Buat Konflik Antar Sesama Wartawan, FARPKeN Minta Kejagung RI Copot Dr. Firman Halawa, SH., MH.

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Terbenturnya beberapa para wartawan untuk mendapat Keterbukaan Informasi Publik (KIP)…

1 minggu ago

Truk Modifikasi Bolak-Balik Serang–Tangerang Isi Solar Subsidi, Diduga Dijual ke Pengusaha Alat Berat

  TANGERANG - Media Suarainvestigasi.com - Dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar…

1 minggu ago

FARPKeN Kritik Tajam, Kinerja Kejari Gunungsitoli Dinilai Tidak Transparan & Tebang Pilih Dalam Penanganan Kasus

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKeN) melontarkan kritik tajam…

2 minggu ago