Nisel, suarainvestigasi.com – Salah satu program Pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) yang merupakan proses Pembelajaran yang dilaksakan di berbagai Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDIKA). Prakerin adalah kegiatan Pendidikan, Pelatihan dan Pembelajaran yang relevan dengan kompetensi (kemampuan) Siswa/Siswi sesuai kompetensi keahlian dari Sekolah asalnya, Selasa (07/02/2023)
SMK Negeri 1 Toma merupakan salah satu sekolah yang berada di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Teluk Dalam – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara yang sedang melaksanakan kegiatan Prakerin bagi Siswa/Siswi kelas XI (sebelas) TP.2022/2023.
Sebelum diberangkatkan ke tempat Prakerin, para peserta dibekali dengan berbagai ilmu, wejangan dan arahan dari beberapa Nara Sumber, Panitia dan Kepala Sekolah. Kegiatan pembekalan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 26 Februari 2023 yang dibuka langsung dan secara resmi oleh bapak Amran Zendrato, S.AP, MM (Kacabdis Teluk Dalam) dan didampingi oleh Kasi SMK dan Kasubbag TU Cabdis Teluk Dalam. Pada kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa guru, Kepala Sekolah, Panitia Prakerin dan 33 orang siswa peserta prakerin.
Peserta Prakerin terbagi dalam 3 Program keahlian, yaitu 15 orang dari ATPH, 11 orang TKJ dan 7 orang dari OTKP. Pada kesempatan ini, Kacabdis Teluk Dalam menyampaikan beberapa arahan kepada peserta. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa setiap peserta Prakerin wajib tau apa tujuan dan manfaat mengikuti kegiatan Prakerin ini, antara lain: Prakerin bertujuan untuk mengaplikasikan ilmu teori ke kegiatan praktik di lapangan, melatih cara berkomunikasi peserta secara profesional di DUDIKA, mendapatkan pengetahuan dan pengalaman bekerja serta membangun hubungan timbal-balik antara sekolah dan DUDIKA dalam memadukan secara sistematis dan sistemik program pendidikan di SMK dan Dunia kerja.
Kepada awak Media, Kepala SMK Negeri 1 Toma Firman Sarumaha, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan Prakerin dimulai sejak diberangkatan ke DUDIKA (6 Februari 2023) dan berakhir pada tanggal 6 Mei 2023 atau berlangsung selama 3 (tiga) bulan. Setiap DUDIKA, peserta Prakerin didampingi oleh Guru Pembimbing baik dari Sekolah maupun dari DUDIKA”
“Pada kesempatan ini juga Kepala Sekolah menyampaikan beberapa informasi terkait Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dan Profil singkat SMK Negeri 1 Toma. Dimana, GTK terdiri dari 9 orang PNS, 12 orang GTTP, 4 orang GTTS, 2 orang staff TU dan 1 orang penjaga Sekolah.” Paparan Kasek.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan harapan bahwa baik Pemerintah Pusat maupun Pemprovsu dapat memberi perhatian khusus untuk Bidang Sarana dan Prasarana Sekolah. Harapan ini disampaikan atas dasar masih minimnya Sarana dan Prasarana (sarpras) yang dapat menunjang kegiatan Belajar dan Praktik Siswa/Siswi di Sekolah, antara lain:
(a). Ruang kelas yang tersedia sebanyak 7, sedangkan jumlah rombel sebanyak 9 rombel.
(b). Fasilitas ANBK hanya mengandalkan 5 unit PC yang dibelanjakan dari dan BOS dan meminjam beberapa laptop Siswa dan Guru. Hal ini disebabkan karena belum tersedianya peralatan dan Ruang Praktik Siswa TKJ.
(c). Dari 3 program keahlian, hanya ATPH yang memiliki Peralatan Praktik lengkap, 1 unit Ruang Praktik Siswa (RPS) dan 1 unit Green House yang diperoleh dari bantuan Pembangunan RPS dan Peralatan Praktik dari Direktorat SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun Anggaran 2021 melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.” Akhir Jelas Kasek.
(yosi)













