Categories: HukumTNI-Polri

Diduga Melanggar Hukum PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Digugat Warga Lebak

Banten – Media Suarainvestigasi.com – Seorang warga Lebak, Banten, bernama Andri Hendarsyah menggugat PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atas dugaan perbuatan melawan hukum (PMH). Gugatan ini dilayangkan melalui kuasa hukum dari Firma Hukum Ujang Kosasih & Partner.

Gugatan ini secara resmi didaftarkan pada Rabu, 28 Mei 2025 dan tercatat dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Agama Serang dengan nomor 1654/Pdt.G/2025/PA.Srg. Perkara diklasifikasikan sebagai Gugatan Ekonomi Syariah, karena menyangkut akad murabahah, yaitu skema pembiayaan berbasis prinsip syariah Islam.

Masalah bermula ketika kendaraan Toyota Agya milik penggugat dipakai oleh kedua orang tuanya untuk keperluan berobat di daerah Serang. Namun, di tengah perjalanan, mobil tersebut dihentikan oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai debt collector utusan PT Adira. Tanpa prosedur resmi dan diduga menggunakan intimidasi, kendaraan itu langsung dirampas.

Dalam surat gugatannya, kuasa hukum penggugat menyebut tindakan tersebut tidak sah dan bertentangan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019. Putusan tersebut menyatakan bahwa eksekusi objek fidusia hanya bisa dilakukan melalui pengadilan apabila tidak ada penyerahan sukarela dari debitur.

Penggugat menyatakan tidak pernah menyerahkan kendaraan secara sukarela. Karena itu, ia menuntut tergugat untuk mengembalikan mobil Toyota Agya dan BPKB, membayar kerugian materiil sebesar Rp119,2 juta, hingga membayar kerugian immateriil sebesar Rp500 juta.

Tuntutan tersebut didasarkan pada Pasal 1365 KUH Perdata, UU Perlindungan Konsumen, dan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Berdasarkan jadwal persidangan yang tercatat di SIPP PA Serang, sidang pertama telah digelar pada hari ini, Rabu, 18 Juni 2025. Namun, sidang ditunda karena Tergugat tidak hadir.

Sidang selanjutnya dijadwalkan pada Rabu, 09 Juli 2025 dengan agenda pemanggilan tergugat dan kehadiran pihak terkait.

Sebelum gugatan diajukan, Andri juga mengajukan permohonan perlindungan hukum ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Banten. Berdasarkan Surat Nomor: B/1849/VI/RES.1.8/2025/Ditreskrimum tertanggal 6 Juni 2025, permohonan tersebut telah dilimpahkan ke Polres Cilegon untuk ditindaklanjuti.

Surat yang ditandatangani oleh Kombes Dian Setyawan itu menyebut bahwa pelimpahan dilakukan karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum Cilegon.

( Sumber : Firma Hukum Ujang Kosasih & Partner. )

suarainv

Recent Posts

BK-LSM Pertanyakan Pengelolaan Dana CSR Di Kabupaten Lebak

  Lebak - Media Suarainvestigasi.com - Badan Kerjasama Lumbung Sosialisasi Masyarakat (BK-LSM) Kabupaten Lebak, mempertanyakan…

2 jam ago

Beredar Informasi Penangkapan Penyeludupan Beras Raskin Bansos: Seret Nama Oknum Lurah Teluk Dalam, FARPKeN Sayangkan Polres Nisel Tidak Transparan

  Kabupaten Nias - Media Suarainvestigasi.com -Baru-baru ini beredar informasi penangkapan penyeludupan Beras Rastra/Bansos program…

9 jam ago

Trimen Harefa Kuasa Hukum Tersangka Dugaan Korupsi RSU Pratama Nias, Pertanyaan Dasar Kerugian Negara!

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Trimen Harefa, SH.,MH Kuasa Hukum tersangka JPZ dugaan korupsi pembangunan…

24 jam ago

Curhat Terakhir Bung Harun Sebelum Ditahan Polres Subang Bikin Heboh

  SUBANG — Media Suarainvestigasi.com - Sebuah video berisi curahan hati seorang wartawan mendadak viral…

3 hari ago

Kadis Pertanian Kabupaten Nias Tanggapi Soal Kelangkaan Pupuk, Terus Koordinasi Ke PT Pupuk Indonesia Percepatan Penyaluran

  Nias - Media Suarainvestigasi.com -Kelangkaan pupuk subsidi menjadi keluh kesah kerap menjadi kendala utama…

3 hari ago

PLN Tak Sesuai SOP, Listrik Pelanggan Diputus Sepihak

  JAKARTA – Media Suarainvestigasi.com - Sebuah insiden memprihatinkan menimpa pelanggan PLN atas nama Axx…

4 hari ago