Tega! Rumah Sakit Diduga Tolak Pasien Kecelakaan Karena Tak Dapat Tunjukan Swab PCR

Kota Tangerang,Suarainvestigasi.com – 
Rumah Sakit Umum (RSU) Kabupaten Tangerang, Banten diduga menolak untuk menangani pasien kecelakaan atas nama Gusti yang merupakan warga Kabupaten Tangerang, Gusti mengalami kecelakaan sepeda motor pada Kamis dini hari 11 Februari 2021 diwilayah Perumnas Tangerang, pihak Rumah Sakit (RS) menolak dengan alasan pasien harus menyertakan hasil negative swab tes PCR terlebih.

Padahal sebelumnya, Endi salah satu pegawai RSU Kabupaten Tangerang mengatakan, pasien hanya perlu membawa bukti hasil tes Negative Covid-19 , bukan swab PCR. “Aturan baru dirumah sakit sekarang ini, pasien non Covid-19 harus membawa bukti hasil tes negative Covid-19 baru bisa ditangani di ruang UGD sistemik atau non Covid, silahkan pasien untuk menjalani tes Covid-19. Paling 2 atau 3 jam hasilnya bisa keluar,” katanya kepada wartawan diruang pengaduan RSU
Kabupaten Tangerang.

Setelah pasien dibawa dan menjalani Rapid Tes Covid-19, dan hasilnya si pasien tersebut menunjukan negative Covid-19, lalu keluarga membawa pasien ke ruang IGD untuk mendapat tindakan mengingat kondisi yang semakin kritis akibat luka dibagian rahang. Tetapi pihak Rumah Sakit (RS) tak bersedia melayani pasien dengan dalih, harus mencantumkan hasil tes swab PCR. “Kami bukannya tidak bersedia untuk melayani pasien, karena memang aturannya harus menunjukan swab tes PCR,” ucap Sekretaris Humas RSU Kabupaten Tangerang Lili.

Supriyanta yang merupakan keluarga pasien Gusti kecewa dengan pelayanan RSU Kabupaten Tangerang, harusnya pihak Rumah Sakit (RS) mengambil tindakan terlebih dahulu kepada pasien. “Kami dari keluarga pasien sangat menyesalkan pihak RS tak memberikan tindakan, harusnya dalam keadaan darurat ditindak dulu dong, apa lagi pasien dalam kondisi kritis dan mengeluarkan banyak darah. Kesampingkan dululah aturan dan prosedur, ini bicara nyawa manusia,” tegasnya dengan nada kesal.

Akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membawa pasien Gusti ke RSUD Kota Tangerang, disana pasien justru langsung mendapat penangangan intensif dari pihak RS. Ironis, pasien Gusti yang sebetulnya bertempat tinggal di Kabupaten Tangerang, justru ditolak oleh pihak RSU Kabupaten Tangerang dengan alasan harus mencantumkan hasil negative swab PCR. Sebaliknya di RSUD Kota Tangerang yang bukan domisili pasien langsung memberikan tindakan, tanpa ada syarat apapun.

(Fajar/Tim)

suarainv

Recent Posts

Disebut Bukti Sudah Lengkap, Kasus Pengerusakan Sekretariat Makam Galeong Mandek

  Penanganan Kasus Dugaan Pengerusakan Sekretariat Pengurus Tanah Wakaf Makam Galeong Dinilai Mandek, Tersangka Belum…

1 hari ago

Korupsi Proyek DKI Disorot, Polisi Watch Desak Ditreskrimsus Jangan Tutup Mata!

  JAKARTA — Media Suarainvestigasi.com - Kinerja Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya…

2 hari ago

Polsek Hiliduho Berhasil Mediasi Kedua Pihak Yang Bertikai, Antara Bos KDMP & Pekerja Akhirnya Sepakat Berdamai

  Hiliduho Nias - Media Suarainvestigasi.com -Upaya penyelesaian secara humanis kembali ditunjukkan jajaran Polsek Hiliduho…

2 hari ago

‎Proyek Rumah Aspirasi Posandra di Legok Disorot, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Minim Keterbukaan Informasi

‎ ‎ ‎Kab.Tangerang — Media Suarainvestigasi.com - Proyek pembangunan Rumah Aspirasi Posandra yang dikaitkan dengan…

3 hari ago

Miris…!!!Proyek Hotmix Aspirasi Dari Anggota Dewan diduga jadi ajang korupsi

  Tangerang — Media Suarainvestigasi.com - Proyek pengaspalan jalan (hotmix) di Kampung Cibango RW 06,…

4 hari ago

PLN UP3 Nias Gandeng PPN Jangkau Warga Kurang Mampu di Gunungsitoli Utara

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN), PLN UP3 Nias…

4 hari ago