Tangerang — Media Suarainvestigasi.com – Proyek pengaspalan jalan (hotmix) di Kampung Cibango RW 06, Desa Serdang Kulon, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sorotan. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Matahari Terbit Pagi dengan nilai anggaran sebesar Rp78.910.000,00 tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dan terkesan dikerjakan asal-asalan.
Hasil investigasi di lapangan menurut informasi Proyek yang bersumber dari aspirasi Dewan (Yk,) anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Partai NasDem, Dapil V itu kini menimbulkan tanda tanya serius terkait kualitas pekerjaan dan kesesuaian volume material yang digunakan. Rabu 28/10/2026
Berdasarkan dugaan temuan di lapangan, volume hotmix disinyalir mengalami pengurangan hingga kurang lebih 10 ton. Jika dugaan tersebut benar, persoalan ini patut mendapat perhatian serius karena menyangkut kualitas pembangunan serta pertanggungjawaban penggunaan anggaran publik.
Pekerjaan infrastruktur jalan bukan sekadar mengejar selesainya pengaspalan. Ketebalan, volume material, kualitas campuran aspal, serta kesesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis merupakan aspek penting yang harus diperhatikan.
Jika pekerjaan diduga tidak memenuhi standar, siapa yang bertanggung jawab? Apakah pelaksana pekerjaan telah menjalankan kewajibannya sesuai kontrak? Lalu, bagaimana pengawasan terhadap proyek yang bersumber dari aspirasi anggota dewan tersebut?
Jangan sampai proyek aspirasi hanya menjadi formalitas pembangunan tanpa pengawasan yang serius.
Dewan sebagai pihak yang memperjuangkan aspirasi masyarakat juga patut memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat dan menghasilkan pembangunan berkualitas. Aspirasi rakyat bukan sekadar soal terealisasinya proyek, melainkan juga soal mutu, transparansi, dan pertanggungjawaban.
Saat dikonfirmasi, Ojo diduga selaku pelaksana melalui pesan singkat WhatsApp enggan merespon.
Publik berhak mempertanyakan apakah hasil pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan spesifikasi dan volume yang ditetapkan. Namun, dugaan pengurangan sekitar 10 ton itu tetap perlu dibuktikan melalui pengukuran teknis, pemeriksaan dokumen kontrak, serta pencocokan volume pekerjaan di lapangan.
Atas dugaan tersebut, aktivis mansyur meminta instansi terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan hotmix di Kampung Cibango RW 06, Desa Serdang Kulon. Pemeriksaan perlu mencakup ketebalan aspal, volume material, kualitas pekerjaan, serta kesesuaian realisasi dengan RAB dan dokumen kontrak.
Inspektorat Kabupaten Tangerang maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diharapkan dapat melakukan pemeriksaan sesuai kewenangan apabila ditemukan indikasi penyimpangan.
CV Matahari Terbit Pagi juga perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai pelaksanaan pekerjaan tersebut, termasuk tudingan dugaan pengurangan volume material.
Hingga berita ini disusun, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi teknis dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
(Muhtarudin/Mansyur)
Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional (HLN), PLN UP3 Nias…
KOTA TANGERANG - Media Suarainvestigasi.com - Kasus kericuhan di kawasan kuliner malam Looping Karawaci,…
Nias - Media Suarainvestigasi.com -Awalnya hubungan kerja pada Maret 2026, Rafiq, Ilham, dan seorang…
Kabupaten Tangerang — Media Suarainvestigasi.com - Proyek penataan halaman SMP Negeri 3 Panongan, Kabupaten…
Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Muncul dipermukaan ketidak sinkron tugas antara KSOP dan Pelindo Pelabuhan…
Tangerang Kota - Media Suarainvestigasi.com - Kawasan kuliner Looping Karawaci, Kota Tangerang, kembali ricuh.…