Tidak Ada Hujan Dan Angin Bangunan Madrasah di Wanasalam Ambruk

LEBAK, Suarainvestigasi.com – Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cililitan di Kampung Sindangsari, Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam ambruk saat aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung, Selasa (24/11) sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun guru dan puluhan siswa setempat mengalami shock dan trauma atas peristiwa tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum ambruk, sejumlah guru dan siswa MI yang jumlahnya hampir 70 anak sedang berada di ruang kelas hendak belajar mengajar. Belajar tatap muka dilakukan karena kondisi jaringan internet yang tidak memungkinkan dan minimnya masyarakat yang memiliki Hp android. Saat siswa dan guru konsentrasi KBM, terdengar suara keras yang diringi dengan getaran serta retakan tembok kelas, membuat guru dan semua siswa berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

“Saya sedang membagikan tugas kepada siswa, tiba tiba ruang guru yang ada di sebelah kelas ambruk, membuat kami kalang kabut dan langsung anak anak saya giring ke luar kelas untuk menyelamatkan diri,” kata Ita Rosita, Salahseorang guru kelas di MI tersebut, Saat dihubungi.

Menurut Ita, ruang guru yang roboh tersebut juga berimbas pada ruang kelas yang saat itu siswa sedang KBM. Bagian atap ruang kelas separonya ikut roboh karena empat ruang yang dimiliki MI Cililitan semuanya satu atap.

“Kami sangat shock pak, apalagi melihat anak anak saat kejadian histeris dan nangis. Namun untungnya tidak ada korban jiwa karena kami langsung berhamburan keluar,” ujarnya.

Dikatakan, saat terjadi musibah tidak ada hujan atau angin kencang. Robohnya ruang kelas tersebut akibat struktur bangunannya yang sudah rapuh. Ditambah lagi diguncang gempa belum lama ini yang membuat beberapa tembok kelas retak.

“Kejadian ini sudah kami laporkan ke korwil kecamatan yang nantinya dilaporkan di Kementerian agama Lebak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala kantor Kementerian agama (Kemenag) Lebak, Ahmad Tohawi saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya sudah menurunkan tim ke lokasi kejadian yang dipimpin oleh kasubag.

“Iya kang saya sudah memerintahkan kasub untuk meninjau lokasi kejadian, karena saya saat ini sedang ada di Bogor,” ucap Tohawi Singkat.

(smsi kab. Tangerang)

suarainv

Recent Posts

Pos Belanja Pengadaan RSUD Thomsen Nias Sebesar Rp.82 Miliar Lebih, Dipertanyakan PW LSM KCBI Kepulauan Nias

Nias - Media Suarainvestigasi.com -Pimpinan Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (PW LSM…

2 jam ago

Dua Orang Saksi Bersama Pelapor Datangi Reskrim Polres Nias Memberikan Keterangan Atas Terlapor NL Oknum Guru PPPK

Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Dua orang saksi bersama korban pada hari ini, Rabu (14/01/2026) mendatangi…

9 jam ago

Dugaan Pencemaran Nama Baik: Yayasan Istana Hati di Laporkan di Polres Binjai, Pemecatan Guru Dipertanyakan Bohongi Publik

Sumut - Media Suarainvestigasi.com -Seorang warga Kota Binjai Provinsi Sumatera Utara, Irvan Dhani (39), resmi…

15 jam ago

Diduga Pungli Berkedok “Uang Kas”, SMPN 1 Leuwidamar Kini Dunia Pendidikan Kembali Tercoreng

Lebak - Media Suarainvestigasi.com - SMP Negeri 1 Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, disorot publik setelah…

1 hari ago

FARPKeN Geruduk Kejari Gunungsitoli Pertanyakan Laporan Korupsi Mandek & Protes Kebijakan Dilarang Membawa Hp Konfirmasi!

Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Aksi damai yang digelar oleh Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias…

2 hari ago

Viral Pelayanan Buruk: Warganet Hujat Pedas RSUD Thomsen Nias di Facebook, Nyatakan Pernah Mengalami Kejadian Yang Sama!

Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Viral buruknya kualitas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M.…

3 hari ago