Gunungsitoli – Media Suarainvestigasi.com –Kunjungan Kerja (Kunker) Meninjau Karya Bhakti Skala Besar Komando Daerah Militer I Bukit Barisan (Pangdam I/BB), Mayjen TNI Hendy Antariksa, di Desa Howu Kecamatan Bawolato Kabupaten Nias menimbulkan pertanyaan besar ditengah-tengah sejumlah wartawan.
Kunker Pangdam I/BB disambut oleh Danrem 032/Kawal Samudera Kolonel Inf Iwan Budiarso dan Dandim 0213/Nias Letkol Inf Sampe Tua Butar-Butar, S.I.P, di Bandara Udara Binaka Gunungsitoli, Senin (25/05/2026) sekira pukul 09:00 Wib.
Meski kedatangan Pangdam Hendy yang menurut informasi bertujuan untuk memperkokoh kemanunggalan TNI dengan Rakyat, terjadi satu peristiwa intimidasi dialami sejumlah wartawan ketika hendak melakukan konfirmasi kepada Pangdam Hendy di Bandara Udara Binaka.
Dimana, sejumlah wartawan yang hendak melakukan Doorstop (Wawancara) terhadap Pangdam Hendy sesaat keluar dari lobi VVIP Bandara Binaka Gunungsitoli menuju mobil dihadang oleh Ajudan Dandim 0213/Nias Praka Sukma Gea bernada ucapan intimidasi.
Di terangkan Argri Helpin Zebua, wartawan media eletronik yang mengalami penghadangan menyampaikan kekesalannya atas intimidasi Ajudan Dandim 0213/Nias Praka Sukma Gea. Bahkan dikatakannya, penghadangan juga dilakukan Dantim Intel Korem O23/Kawal Samudera Kapten Jonson Pasaribu.
“Ketika melakukan Doorstop, Praka Sukma menghadang kami dengan menanyakan apakah sudah diberikan surat undangan sembari merentangkan tanganya. Bukan hanya itu, Kapten Jhonson Pasaribu juga ikut membentak wartawan yang sedang merekam peristiwa penghadangan,” ucap Helpin.
Ketika ditanyai materi wawancara kepada Pangdam Hendy, Helpin menyebut hendak menyampaikan tentang kinerja Dandim 0213/Nias yang dinilai selama menjabat Dandim sangat tidak transparan terhadap asas Keterbukaan Informasi Publik (KIP) salah satunya adalah pelaksanaan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
“Beberapa waktu lalu, telah berulang kali saya konfirmasi Dandim 0213/Nias Letkol Inf Sampe Tua Butar-Butar, S.I.P terkait pembangunan KDKMP melalui pesan WhatsApp. Dandim malah beralibi saya sedang menyerangnya,” cetus Helpin Zebua.
Tambah Helpin, sebagai pemimpin, menurut saya sikap seperti ini menggambarkan suatu sifat tidak baik dan menutupi Keterbukaan Informasi Publik kepada masyarakat,” akhir kata Helpin.
(yosi)






