KABUPATEN TANGERANG —Media Suarainvestigasi.com – Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SD Negeri Curug Wetan 1, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, menuai sorotan. Proyek yang bersumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang dengan pagu anggaran sebesar Rp1.026.835.000,00 dan dikerjakan oleh CV. HILDA PUTRI tersebut diduga menyisakan sejumlah persoalan dalam pelaksanaannya. Minggu 27/09/2026
Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diduga tidak diterapkan secara maksimal. Kondisi proyek yang berada di lingkungan sekolah juga menjadi perhatian karena aktivitas pembangunan berlangsung dengan aktivitas para siswa.
Selain persoalan K3, lokasi pekerjaan juga diduga tidak dilengkapi pemagaran atau pengamanan proyek yang memadai. Padahal, pembangunan berada di lingkungan satuan pendidikan yang semestinya membutuhkan pengamanan ekstra agar aktivitas konstruksi tidak membahayakan siswa maupun tenaga pendidik.
Sorotan lainnya tertuju pada penggunaan material besi. Dari hasil pengamatan di lapangan, ukuran dan spesifikasi besi yang digunakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis/RAB. Temuan tersebut tentu perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis karena menyangkut kekuatan dan kualitas konstruksi bangunan yang nantinya akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp1 miliar, publik tentu berhak mempertanyakan sejauh mana pengawasan dari pihak pelaksana, konsultan pengawas, maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terhadap pekerjaan tersebut.
Jangan sampai proyek pembangunan fasilitas pendidikan yang seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa justru dikerjakan dengan mengabaikan aspek keselamatan serta standar teknis konstruksi.
Humas FWJ Indonesia Provinsi Banten menilai persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele. Penggunaan anggaran publik harus dibarengi dengan kualitas pekerjaan, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan kerja.
“Kalau benar di lapangan tidak menerapkan K3, tidak ada pemagaran pengamanan, dan penggunaan besinya diduga tidak sesuai spesifikasi, tentu ini harus menjadi perhatian serius. Apalagi proyeknya berada di lingkungan sekolah dan nilai anggarannya lebih dari Rp1 miliar,” tegas Humas FWJ Indonesia Provinsi Banten, Mansyur.
Menurutnya, pihak terkait jangan hanya melihat proyek dari sisi selesai atau tidak selesai. Kualitas, volume, spesifikasi material, keselamatan kerja dan fungsi bangunan harus menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan.
Mansyur juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang tidak lepas tangan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan anggaran daerah tersebut.
“Pengawasan jangan hanya sebatas administrasi. Kalau memang ada dugaan ketidaksesuaian, silakan diperiksa secara terbuka. Ukuran besi, volume pekerjaan, mutu material dan penerapan K3 harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia berharap Inspektorat Kabupaten Tangerang maupun pihak berwenang dapat melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian antara pelaksanaan di lapangan dengan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis.
Sebab, kata Mansyur, anggaran lebih dari satu miliar rupiah bukan angka kecil. Setiap rupiah uang rakyat harus menghasilkan bangunan sekolah yang memenuhi standar dan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait masih perlu memberikan penjelasan mengenai penerapan K3, pengamanan lokasi pekerjaan, serta spesifikasi material besi yang digunakan pada pembangunan RKB SDN Curug Wetan 1.
(Muhtarudin)






