Categories: Daerah

Diduga Akibat Limbah Tambang Batu Bara : Sungai PDAM Desa Bumi Etam Keruh, Warga Kaubun Kutai Timur Keluhkan!

 

Kutai Timur – Media Suarainvestigasi.com –Warga Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, mengeluhkan kondisi air Sungai PDAM yang kini berubah keruh dan tidak lagi layak digunakan.

Perubahan kualitas air tersebut diduga akibat dampak limbah dan erosi dari aktivitas tambang batu bara milik perusahaan di sekitar wilayah hulu sungai.

Salah satu warga, Paulus Jama, mengungkapkan bahwa aliran air sungai yang menuju PDAM berasal dari kawasan tambang, yakni dari Sungai Senimbung yang melintasi wilayah operasional PT Ganda Alam Makmur (GAM), PT Indexim Coalindo, hingga area PT Telen di Desa Bukit Permata.

“Air sungai PDAM Desa Bumi Etam ini mengalir dari area tambang batu bara. Sekarang sudah sangat keruh, kami tidak berani lagi menggunakannya,” ujar Paulus Jama kepada awak media, Rabu (15/04/2026).

Menurutnya, kondisi ini sangat berbeda dibanding sebelum adanya tambang batu bara di hulu sungai, di mana air sungai masih jernih dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari warga.

Paulus juga menunjukkan langsung kondisi air sungai di sekitar instalasi PDAM yang tampak berubah warna menjadi kecokelatan dan keruh tidak layak digunakan.

Warga Desa Bumi Etam kini berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, termasuk instansi terkait dan Aparat Penegak Hukum (APH), untuk segera turun meninjau ke lapangan.

Mereka meminta dilakukan pemeriksaan langsung guna memastikan penyebab pencemaran serta mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

“Kami minta Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum turun langsung melihat kondisi ini dan bertindak secara tegas,” ungkapnya tegas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait dugaan pencemaran air sungai keruh tersebut.

Narasumber :
Paulus Jama (Warga Desa Bumi Etam)

(yosi)

suarainv

Recent Posts

Waduh!!! Diduga Kajari Gunungsitoli Buat Konflik Antar Sesama Wartawan, FARPKeN Minta Kejagung RI Copot Dr. Firman Halawa, SH., MH.

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Terbenturnya beberapa para wartawan untuk mendapat Keterbukaan Informasi Publik (KIP)…

1 jam ago

Truk Modifikasi Bolak-Balik Serang–Tangerang Isi Solar Subsidi, Diduga Dijual ke Pengusaha Alat Berat

  TANGERANG - Media Suarainvestigasi.com - Dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar…

3 jam ago

FARPKeN Kritik Tajam, Kinerja Kejari Gunungsitoli Dinilai Tidak Transparan & Tebang Pilih Dalam Penanganan Kasus

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Forum Aliansi Rakyat Peduli Kepulauan Nias (FARPKeN) melontarkan kritik tajam…

3 hari ago

Curanmor Merajalela, Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara Sikat Pelaku!

  JAKARTA — Media Suarainvestigasi.com - Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara memaparkan capaian pengungkapan kasus…

3 hari ago

Cabdisdik Wilayah XIII Angkat Bicara : Pembelian Aset SMK Negeri 1 Idanogawo Secara Dokumen Sudah Dibeli, Tetapi Tidak Sinkron Dilapangan

  Nias - Media Suarainvestigasi.com -Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Gunungsitoli secara terbuka mengakui adanya…

4 hari ago

Guru ASN SMK Negeri 1 Idanogawo Ngaku Jurnalistik, Coba Intimidasi Wartawan Saat Konfirmasi Terkait Laporan Polisi di Polres Nias

  Nias - Media Suarainvestigasi.com -Dunia Pers Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara kembali terusik atas…

5 hari ago