Categories: Daerah

Gawat!! Ada Oknum Wartawan Diduga Beking Penggelapan Beras Raskin Bantuan di Nias Selatan, Terganggu di Pemberitaan

 

Nias Selatan – Media Suarainvestigasi.com -Panas pemberitaan media online dugaan penggelapan beras raskin di Kapupaten Nias Selatan untuk kelurga Miskin/Rastra program subsidi Pemerintah Indonesia yang disalurkan melalui Bulog untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat berpendapatan rendah, Selasa (07/04/2026)

Hal tersebut menjadi perhatian publik terkait pendistribusian beras raskin bantuan pangan masyarakat di Kabupaten Nias Selatan diduga ada kelalaian pengawas di Daerah setempat hingga adanya oknum tertentu bisa melakukan penggelapan beras raskin untuk meraup keuntungan pribadinya.

Kasus dugaan penggelapan beras raskin tersebut telah diamankan pihak Unit Reskrim Polres Nias Selatan pada hari Kamis (12/03/2026) sekira pukul 20:21 Wib malam.

Kasus itu terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat terkait bahwa ada sejumlah karung beras disebuah gudang di Daerah Pasir Putih yang akan dibawa menggunakan mobil dan disinyalir beras tersebut adalah Beras Bulog Bantuan Pangan,” ungkap Briptu Alvin Larosa Humas Polres Nias Selatan melalu Press Release, Rabu (01/04/2026).

Dugaan penggelapan beras raskin itu sesuai informasi yang di terima dari sumber muncul pemberitaan media Suarainvestigasi.com secara Terkini atau Breaking News menyeret nama oknum Lurah Teluk Dalam, dengan catatan berita yang telah ditayangkan wartanya kembali konfirmasi ulang pihak-pihak berwenang untuk mendapat informasi Lokus Delicti.

Berdasarkan pemberitaan Breaking News dan penjelasan Humas Polres Nias Selatan media Suarainvestigasi.com kembali menayangkan berita lanjutan tersebar di beberapa grup kumpulan wartawan.

Tanpa hujan disertai angin badai nongol yang mengaku wartawan diketahui di profil WhatsApp nya bernama Osarao Laia merasa kebakar jenggot mengomentari berita tersebut di Grup WhatsApp Humas Polres Nisel dengan tidak senang dan merasa keberatan.

Ironisnya, Osarao Laia menyebut bahwa jagan membuat berita yang bertele-tele, menyajikan informasi itu yang benar, tidak melainkan membangun isu sifat nya menyudutkan Kasat Reskrim dan Humas Polres Nias Selatan, jikalau saudara tidak paham kronologis kejadiannya, tolong pastikan informasi yang benar dan jagan asal buat berita, ikutilah berita sebelumnya biar saudara tidak gagal paham,” sambil menyebut nama wartawan media yang menayangkan berita tersebut dan Osarao Laia berdalil membela pihak Polres Nias Selatan.

“Buat saudara kami (nama wartawan) tolong baca berita saya tiga hari setelah kejadian, dan siapa pemilik beras raskin yang sebenarnya,” katanya.

Komentar Osarao Laia tersebut memicu tanggapan wartawan yang lain merasa bahwa berita Osarao Laia juga belum akurat dan masih meraba secara publik terkait kejelasannya Lokus Delicti kasus tersebut.

Tanggapan-tanggapan miring muncul berbagai komentar dari wartawan atas ucapan Osarao Laia sehingga Admin Grup WhatsApp Humas Polres Nisel menyematkan sementara Grup WhatsApp untuk menghindari perdebatan lebih memanas karena gaduh.

Tidak sampai disitu Osarao Laia memburu pemberitaan tersebut dan mengomentari di setiap Grup WhatsApp yang telah bergabung sebagai peserta Grup WhatsApp.

Oknum wartawan Osarao Laia kembali mengomentari berita lanjutan, memperlihatkan bahwa adanya kepentingan terselubung dirinya terkait pemberitaan hasil konfirmasi awak media kepada sumber baru tentang kasus tersebut.

“Kata Osarao Laia, Ijin pak martabak, berita mu ini, tidak jelas jangan asal gila buat opini, dan menyudutkan Polres Nias Selatan, coba kau baca berita sebelumnya biar anda tidak gagal paham,” alasannya membela Polres Nias Selatan.

Kau buat berita tidak berdasar bro,” cuitan Osarao Laia di Grup WhatsApp Forum Diskusi Jurnalis.

Hal tersebut juga dibalas beberapa wartawan, salah satunya, inisial DA mengatakan jangan ada yang panas ya. Inisial AG bertanya ke Osarao Laia, tidak berdasar bagaimana ini ketua. Juga inisial FS bertanya, dari mana tidak berdasar beritanya..?
Mohon pencerahan nya Ketua…? Pertanyaan tersebut tak dapat dijawab Osarao Laia.

Ketika awak media ini mengkonfirmasi Osarao Laia melalui Nomor : 0822559668xx WhatsApp pribadinya mengajukan pertanyaan berikut :

Selamat Sore Bapak Osarao Laia.

Izin konfirmasi terkait beras raskin bantuan pangan yang diamankan pihak Polres Nias Selatan pada tanggal 12 Maret 2026 kemaren.

“Saya melihat bapak selalu mengomentari secara tegas pemberitaan beras raskin tersebut dibeberapa grup WhatsApp mengatakan pemberitaan wartawan tidak benar dan tidak mendasar, bapak merasa tidak terima dengan pemberitaan wartawan ada apa Pak?

Apakah dalam pemberitaan tersebut bapak juga tersangkut sebagai pembeking atau ada sangkutan pelaku sebagai keluarga dari Bapak?

Tolong dijelaskan Bapak Osarao Laia agar hal tersebut tidak menjadi liar dan tidak menjadi pertanyaan besar bagi pembaca dibeberapa grup siapa bapak sebenarnya sehingga memberikan tanggapan pedas terkait berita beras raskin bantuan masyarakat tersebut.

Jawaban, Osarao Laia, Justru saudara menyajikan informasi yang tidak benar, pada saat penangkapan beras itu, ada saya di tempat, makanya saya tidak senang dalam pemberitaan mu, tempatnya di tangkap beras itu, tidak sesuai pemberitaan saudara jangan asal buat berita hoax, jika saudara mau kenal saya datang di Teluk dalam, dan buktikan berita mu itu bro,” katanya.

Balas media ini, silahkan anda membuat berita sesuai yang anda lihat dilapangan tidak ada hak anda juga mengintervensi saya di pemberitaan saya sesuai informasi yang saya dapatkan dari narasumber. Yang saya tanya apa inti dari kejadian tersebut kepentingan anda?. Namun Osarao Laia menghina wartawan sebagai (Martabak) dan mengancam, mengatakan jadi, sekarang maunya apa? Kau bilang tadi, sudah telusuri jejak saya, sekarang apa mau nya emang kau pikir dirimu itu siapa.

“Jika kau Wartawan Profesional, datang di Teluk Dalam, banyak sampah yang belum di buang disini, mungkin bisa di angkut bawa di tong sampah,” Osarao Laia lontarkan ancam dan penghinaan.

Oknum wartawan Osarao Laia tercatat di Box Redaksi Media KabarInvestigasi.Id sebagai Kaperwil Nias Selatan terkait sikap Osarao Laia yang tidak mencerminkan etika sesama profesi dan saling menghargai karya sesama jurnalis dalam waktu singkat awak media ini segera menghubungi pimpinan media tersebut.

(yosi)

suarainv

Recent Posts

Diduga Akibat Limbah Tambang Batu Bara : Sungai PDAM Desa Bumi Etam Keruh, Warga Kaubun Kutai Timur Keluhkan!

  Kutai Timur - Media Suarainvestigasi.com -Warga Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur,…

10 jam ago

Cabdisdik Wilayah XIII Angkat Bicara : Pembelian Aset SMK Negeri 1 Idanogawo Secara Dokumen Sudah Dibeli, Tetapi Tidak Sinkron Dilapangan

  Nias - Media Suarainvestigasi.com -Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Gunungsitoli secara terbuka mengakui adanya…

13 jam ago

Guru ASN SMK Negeri 1 Idanogawo Ngaku Jurnalistik, Coba Intimidasi Wartawan Saat Konfirmasi Terkait Laporan Polisi di Polres Nias

  Nias - Media Suarainvestigasi.com -Dunia Pers Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara kembali terusik atas…

1 hari ago

Jajaran Polres Nias Gelar Sertijab Kabag SDM, Kasat Intelkam, Kasat Binmas & Dua Kapolsek

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Jajaran Polres Nias Polda Sumatera Utara melaksanakan Upacara Serah Terima…

2 hari ago

Aktivitas Penimbunan Lahan Kantor Rektorat Unias, Jalan Berlumpur Licin Membahayakan Pengguna Jalan

  Gunungsitoli - Media Suarainvestigasi.com -Aktivitas penimbunan lahan kosong Kantor Rektorat Universitas Nias di Jalan…

5 hari ago

Rakernas PBMI 2026 Rudy Golden Boy: Atlet Jangan Lagi Jadi Korban!

  JAKARTA — Media Suarainvestigasi.com - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muaythai Indonesia 2026 kembali memunculkan…

5 hari ago